Di lereng Gunung Lawu, Gubernur Jatim pantau padat karya dana desa

Di lereng Gunung Lawu, Gubernur Jatim pantau padat karya dana desa

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (dua kiri) didampingi Bupati Magetan Suprawoto (kiri) di sela memantau proyek padat karya tunai Program Dana Desa di lereng Gunung Lawu,  Kabupaten Magetan, Rabu (11/03/2020). (FOTO ANTARA Jatim/HO-Humas Pemprov Jatim/FA)

Saya datang ke sini untuk memastikan kegiatan padat karya tunai berjalan dengan baik
Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memantau proyek padat karya tunai program dana desa di lereng Gunung Lawu, tepatnya di Dusun Wonomulyo Desa Genilangit, Kabupaten Magetan, Rabu.

"Saya datang ke sini untuk memastikan kegiatan padat karya tunai berjalan dengan baik," katanya di sela pemantauan yang ditemani sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Jatim dan Bupati Magetan Suprawoto.

Berdasarkan siaran pers yang diterima ANTARA di Surabaya, Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur dari program padat karya akan berdampak pada peningkatan pemasukan warga desa.

Di lokasi tersebut, orang nomor satu di Pemprov Jatim itu melihat langsung pekerjaan padat karya peningkatan jalan usaha tani oleh warga desa setempat.

Selain berdialog dengan para pekerja dan menggelar pertemuan terbuka dengan warga, gubernur perempuan pertama di Jatim itu juga meninjau Taman Wisata Genilangit.

"Kami apresiasi perencanaan pengembangan Desa Genilangit. Yang harus diingat, dana desa adalah salah satu instrumen untuk merealisasikan perencanaan tersebut dengan konsep dan penataan lebih baik," katanya.

Sementara itu, pada tahun ini Desa Genilangit digerojok dana desa sebesar Rp1,187 milliar.

Menurut Kepala Desa Genilangit Pardi, selain untuk pekerjaan peningkatan jalan usaha tani, dana desa juga dialokasikan untuk penyelenggaraan PAUD, TK dan TPA, pengelolaan perpustakaan milik desa, penyelenggaraan pos kesehatan, penyelenggaraan posyandu, dan penyuluhan pelatihan bidang kesehatan.

Desa Genilangit berada di dataran tinggi pegunungan Lawu dan berada di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah, tepatnya dengan Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Wonogiri.

Ke depan, kata Pardi, akan ditingkatkan potensi desa dengan mengoptimalkan potensi wisata alam selain taman wisata yang sudah ada, serta menyediakan fasilitas penunjang seperti penginapan.

Di sisi lain, secara keseluruhan, nilai total dana desa untuk 207 desa di Kabupaten Magetan nilainya lebih dari Rp171 miliar.

Per 10 Maret 2020, sudah terdapat 39 desa yang dicairkan dengan nilai lebih dari Rp13 miliar.

Jawa Timur pada 2020 menerima dana desa sebesar Rp7,654 triliun, atau naik sekitar Rp213 miliar tahun 2019 yang besarannya Rp7,441 triliun.

Jumlah tersebut akan disalurkan kepada 7.724 desa, yang rata-rata, per desa menerima Rp700 juta hingga Rp1 miliar.

Baca juga: Lereng Lawu di Ngawi longsor rusak pertanian

Baca juga: Rio Haryanto rayakan HUT di puncak Lawu

Baca juga: Kopassus TNI AD kukuhkan 110 personel di puncak Gunung Lawu

Pewarta: Fiqih Arfani
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Gubernur Khofifah kunjungi lokasi isolasi PMI di Madiun

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar