New York (ANTARA News) - Wall Street merosot tajam pada Selasa waktu setempat, karena para investor mundur kembali dari sebuah "rally" (kenaikan panjang) masif sehari sebelumnya yang dipicu oleh rencana pemerintah AS membersihkan aset-aset bermasalah dalam sistem perbankan, kata para dealer.

Seperti dilaporkan AFP, indeks Dow Jones Industrial Average merosot 115,89 poin, atau 1,49 persen, menjadi ditutup pada 7.659,97, karena tekanan jual yang kuat pada sore hari, setelah indeks blue chips melonjak 6,84 persen pada Senin.

Indeks komposit saham teknologi dominan Nasdaq, turun 39,25 poin, atau 2,52 persen, menjadi 1.516,52 dan indeks Standard & Poor`s 500 turun 16,67 poin, atau 2,03 persen, menjadi 806,23 poin, dengan data penutupan tertunda oleh masalah komputer di bursa Nasdaq.

Dengan tidak adanya data ekonomi utama, pasar mencerna kenaikan dari eforia Senin, setelah pemerintahan Presiden Barack Obama mengumumkan sebuah program sektor publik-swasta untuk membantu sistem perbankan yang sakit pulih dari kerugian besar yang dideritanya dalam real estat AS yang hancur.

Jon Ogg dari 24/7 Wall Street mengatakan, penarikan mundur tidak mengejutkan karena aksi pasar berubah-ubah atau rapuh.

"Kenaikan masif kemarin mengingatkan pembelian panik yang terlihat di masa lalu. Aksi ambil untung digunakan untuk melepas saham-saham para pembeli baru yang memburu saham kemarin."

Fred Dickson dari DA Davidson & Co. mengatakan, kegelisahan para investor masih tinggi dan kehati-hatian meningkat, karena perusahaan-perusahaan bersiap mengirimkan hasil kinerja kuartalan mereka dan menunggu dampak rencana penyelamatan dari departemen keuangan dan Federal Reserve.

"Meski didukung oleh aksi the Fed baru-baru ini, rencana bank (AS) dan tinjauan pertama dari beberapa berita positif tentang perumahan dan ekonomi, kami masih harus berhadapan dengan musim penerbitan laporan keuangan kuartal pertama yang dimulai dalam tiga pekan ini," kata dia.

Patrick O`Hare dari Briefing.com mengatakan hal itu normal "untuk membukukan beberapa keuntungan" setelah naik besar pada Senin, yang memperpanjang sebuah rally kuat dalam dua pekan.

"Penarikan kembali ini sudah diperkirakan, namun kemarin kami mencatat, kami mengira karakter dari kemunduran sekarang ini memiliki bentuk yang berbeda, yang dapat dikatakan mereka akan menjadi tanda sebuah inklinasi untuk membeli pada waktu menyusut kemudian dipandang sebagai sebuah gerakan tanpa belas kasihan untuk menguji kembali penurunan sebelumnya," kata dia.

Di antara saham-saham dalam fokus, Goldman Sachs turun 0,97 persen menjadi 110,84 dolar AS, setelah sebuah laporan New York Times mengatakan perusahaan bank investasi menginginkan kembali modal pemerintah AS pada bulan depan.

Saham keuangan lainnya, Citigroup turun 3,83 persen menjadi 3,01 dolar AS dan Bank of America turun 7,18 persen menjadi 7,24 dolar AS.

General Electric menyusut 0,38 persen menjadi 10,39 dolar AS sehari setelah Moody`s menarik peringkat kredit AAA konglomerasi utama tersebut.

Sementara obligasi menguat di tengah penjualan saham pada akhir perdagangan. Imbal hasil (yield) obligasi negara AS berjangka 10-tahun turun menjadi 2,654 persen dari 2,660 persen pada Senin dan pada obligasi negara AS berjangka 30-tahun berkurang menjadi 3,606 persen terhadap 3,693 persen. Harga dan yield obligasi bergerak dalam arah berlawanan.(*)

Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2009