Raksasa teknologi komitmen perangi penipuan dan misinformasi COVID-19

Raksasa teknologi komitmen perangi penipuan dan misinformasi COVID-19

Ilustrasi logo Facebook (REUTERS)

Jakarta (ANTARA) - Sekelompok perusahaan teknologi terbesar di Amerika Serikat mengatakan komitmennya untuk bersatu dalam memerangi penipuan dan kesalahan informasi terkait virus corona atau COVID-19.

Grup tersebut termasuk Facebook, Google, LinkedIn, Microsoft, Reddit, Twitter, dan YouTube. Tujuh perusahaan itu mengirimkan pernyataan bersama Senin malam (16/3) mengumumkan upaya tersebut.

“Kami bekerja sama secara erat dalam upaya tanggap COVID-19,” bunyi pernyataan bersama itu, lansir The Verge.

Berikut pernyataan bersama komitmen sejumlah raksasa teknologi tersebut:

“Kami membantu jutaan orang tetap terhubung sembari juga bersama-sama memerangi penipuan dan informasi yang salah tentang virus corona, meningkatkan konten otoritatif pada platform kami, dan berbagi pembaruan penting dalam koordinasi dengan lembaga layanan kesehatan milik pemerintah di seluruh dunia. Kami mengundang perusahaan lain untuk bergabung dengan kami, sambil kami bekerja untuk menjaga komunitas kami sehat dan aman.”

Tidak diketahui pasti apa yang akan menjadi upaya bersama. Tidak semua perusahaan yang berpartisipasi pada awalnya mengatakan apa yang mereka lakukan atau bagaimana hal ini dapat mempengaruhi kebijakan yang ada.

Namun, kesalahan informasi yang berhubungan dengan corona telah merajalela di platform internet sejak wabah dimulai pada Desember lalu.

Perusahaan-perusahaan teknologi telah proaktif lebih dari biasanya dalam memberantas penipuan dan pelanggaran lainnya, seperti menaikkan harga dan klaim obat palsu untuk menyembuhkan virus corona.

Pekan lalu, perwakilan dari perusahaan-perusahaan Silicon Valley bertemu dengan Gedung Putih untuk membahas langkah-langkah yang bisa mereka ambil sebagai industri untuk memerangi kesalahan informasi virus corona.

Perwakilan dari sejumlah perusahaan teknologi, termasuk Facebook, IBM, Microsoft, Twitter dan Cisco yang hadir dalam pertemuan tersebut tidak semua menandatangani pernyataan bersama Senin malam.

Twitter, kepada The Verge, mengatakan akan mulai memberikan kredit iklan kepada organisasi non-pemerintah untuk meningkatkan kampanye kesehatan masyarakat.



Baca juga: AI YouTube mungkin bermasalah selama pandemik virus corona

Baca juga: Apple, Google, Amazon blokir aplikasi tidak resmi tentang virus corona

Baca juga: Sejumlah raksasa teknologi bersama Gedung Putih bahas dampak corona
 

Penerjemah: Arindra Meodia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Hoaks atau Benar - Facebook dukung Vaksin COVID-19? Thamrin City dijarah?

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar