Ahli Epidemiologi: Isolasi diri upaya memutus mata rantai COVID-19

Ahli Epidemiologi: Isolasi diri upaya memutus mata rantai COVID-19

Petugas kesehatan di RS Pelni Jakarta mengecek kesiapan alat kesehatan di ruang isolasi. ANTARA/Muhammad Zulfikar

memang membatasi diri itu bertujuan memutus mata rantai
Jakarta (ANTARA) - Ahli epidemiologi dari Universitas Andalas (Unand) Padang, Sumatera Barat Defriman Djafri Ph.D mengatakan salah satu upaya untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona jenis baru atau COVID-19 yaitu dengan mengisolasi diri.

"Iya, seharusnya sudah satu kebijakan yang tepat karena memang membatasi diri itu bertujuan memutus mata rantai," kata dia saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Selain mengisolasi diri, Defri mengatakan "social distancing" atau menjaga jarak antarsatu dengan yang lain juga merupakan bagian dari upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

"Jadi intinya menghindari kontak dengan yang terinfeksi atau sumber infeksi," ujar dia.

Baca juga: Pulang magang di Jepang 10 TKI karantina mandiri
Baca juga: Dokter: Karantina mandiri COVID-19 untuk kasus gejala ringan
Baca juga: Ruang isolasi COVID-19 RSUP Adam Malik penuh


Menurut dia, saat ini langkah yang mesti dilakukan masyarakat ialah dengan mengurangi interaksi sosial dan mengurung diri. Hal tersebut bisa berkaca dari keberhasilan China saat mengunci Kota Wuhan dari penyebaran COVID-19.

Langkah tersebut perlu diterapkan mengingat saat ini masyarakat sama sekali tidak tahu siapa saja yang sudah terinfeksi atau tidak. 

"Salah satunya bagaimana kita tidak kontak dengan orang yang terjangkit atau yang sudah terinfeksi," kata dia.

Baca juga: Dokter: isolasi mandiri putus rantai penyebaran COVID-19
Baca juga: MUI: Wajib isolasi diri hindarkan penularan COVID-19


Di samping itu, masyarakat juga perlu meningkatkan imun tubuh termasuk dengan tidak merokok, konsumsi buah dan sayur yang cukup serta vitamin.

Dengan sistem imun tubuh yang baik, kata dia, secara otomatis tubuh akan melawan keberadaan virus. Termasuk dalam tenggat waktu isolasi diri sendiri selama 14 hari.

"Makanya kebijakan imbauan untuk tidak pulang kampung dulu dan mengisolasi diri di kos bagi mahasiswa yang diliburkan itu sudah benar, sehingga meminimalisir kemungkinan penularan virus," katanya.

Baca juga: Kurangi risiko penularan COVID-19 isolasi mandiri harus dilakukan
Baca juga: 30 tenaga medis RSDH Cianjur masih jalani isolasi
Baca juga: DPR dukung penanggulangan COVID-19 melalui isolasi terbatas

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Yurianto sebut Wisata COVID-19 bisa jadi opsi isolasi mandiri

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar