Tim gabungan menghalau lima yacht milik WNA di Nagan Raya Aceh

Tim gabungan menghalau lima yacht milik WNA di Nagan Raya Aceh

Tim gabungan memberi aba-aba kepada sejumlah kru dan awak yacht untuk meninggalkan kawasan Pantai Wisata Naga Permai di Desa Suak Puntong, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, Minggu (22/3/2020). (ANTARA/HO-Dok. Polres Nagan Raya Aceh)

Lima kapal milik warga negara asing ini meninggalkan perairan Nagan Raya, sekitar pukul 16.00 WIB
Suka Makmue (ANTARA) - Sebanyak lima unit yacht milik warga negara asing (WNA) asal Amerika Serikat dan Australia, Minggu, dihalau oleh tim gabungan saat berada di kawasan Pantai Wisata Naga Permai, Kecamatan Kuala Pesisir, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh.

Tim gabungan yang menghalau yacht yang ditumpangi 5-6 orang awak tersebut, terdiri dari petugas imigrasi, TNI, Polri, serta otoritas terkait lainnya.

"Lima kapal milik warga negara asing ini meninggalkan perairan Nagan Raya, sekitar pukul 16.00 WIB," kata Kapolres Nagan Raya AKBP Risno SIK diwakili Kasat Intelkam Ipda M Putra Yoni, di Suka Makmue.

Menurut Yoni, kapal-kapal tersebut sebelumnya sudah berada di perairan Nagan Raya Aceh sejak Sabtu (21/3) lalu.

Baca juga: Kapal layar tenggelam, dua warga Selandia Baru selamat

Namun, seluruh awak kapal yang memiliki tujuan pelayaran dari Sabang ke Pulau Nias, Sumatera Utara dan ke Pulau Simeulue, Provinsi Aceh tersebut tidak sempat turun ke daratan.

Informasi lain yang diperoleh, para warga negara asing tersebut sebelumnya sempat turun ke daratan di kawasan Calang, Kabupaten Aceh Jaya, untuk membeli kebutuhan makanan dan minuman selama berlayar.

Saat berbelanja, sejumlah WNA tersebut juga dikawal oleh aparat terkait di Aceh Jaya.

"Kelima kapal yacht ini kami halau agar kembali melanjutkan perjalanan mereka sesuai dengan tujuan pelayaran sebelumnya. Semuanya berlangsung aman dan terkendali," kata Ipda M Yoni menambahkan.

Baca juga: Seluruh ABK asing di pantai barat Aceh aman dari COVID-19, sebut KKP

Baca juga: Pekerja asal Garut diduga COVID19 di Aceh Barat dirujuk ke Banda Aceh

Pewarta: Teuku Dedi Iskandar
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Presiden ajak ulama Aceh jaga persatuan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar