Semarang (ANTARA News) - PSIS Semarang merasa dirugikan dengan keluarnya jadwal pertandingan sentralisasi Liga Super putaran kedua mulai 17 April 2009 mengingat ada dua pertandingan yang seharusnya tim ini menjadi tuan rumah ternyata justru dimainkan di kandang lawan.

"Saya belum menerima jadwal resmi dari Badan Liga Indonesia (BLI) tetapi kalau jadwal melawan Arema digelar di Malang kemudian melawan Persela di Lamongan, tentunya sangat merugikan kami. Kita akan protes resmi ke BLI jika jadwalnya seperti itu," kata Manajer Teknik PSIS, Setyo Agung Nugroho di Semarang, Jumat.

Menurut dia, pada putaran pertama Liga Super, tim asuhan pelatih Bambang Nurdiansyah sudah memainkan pertandingan tandang ke Malang dan Lamongan. "Masak dalam satu musim kompetisi, kita main tandang dua kali," katanya menegaskan.

BLI sudah mengeluarkan jadwal lengkap pertandingan Liga Super untuk 17 April hingga 5 Mei mendatang.

Pada Senin (20/4), PSIS akan memainkan pertandingan melawan Arema di Stadion Kanjuruhan Malang, kemudian Selasa (28/4) bertanding melawan Persela di Stadion Surajaya Lamongan, padahal pada putaran pertama tim Mahesa Jenar sudah main di kedua stadion tersebut melawan tim yang sama.

"Seharusnya kalau saat melawan Arema Malang bisa dimainkan di Surajaya Malang kemudian melawan Persela Lamongan bisa dimainkan di Stadion Brawijaya Kediri," kata Setyo Agung Nugroho yang sukses mengantarkan PSIS juara Liga Remaja Piala Suratin 2004.

Jadwal pertandingan lainnya untuk pertandingan perdana ada Jumat (17/4) itu, BLI akhirnya menetapkan tiga pertandingan yakni Persita vs Persijap di Stadion Brawijaya Kediri, Persija vs PSMS di Stadion Kanjuruhan Malang dan Persib vs Sriwijaya FC di Stadion Surajaya Lamongan.

Selanjutnya Sabtu (18/4) terdiri atas dua pertandingan yakni PKT vs Persik di Stadion Brawijaya Kediri, Pelita Jaya vs Persela di Stadion Surajaya Lamongan.

Pada Minggu (19/4), Persiba bertemu Arema di Stadion Kanjuruhan Malang. Pada Senin (20/4), ada dua pertandingan PSIS menghadapi Arema di Stadion Kanjuruhan Malang dan Persita bertemu Persib di Surajaya Lamongan.

Soal empat pertandingan yang harus dijalani PSIS dalam dua pekan, dia mengatakan, tidak masalah karena waktunya cukup longgar dan tidak terlalu membuat pemain lelah.

"Kita akan tunggu surat resmi dari BLI soal jadwal pertandingan sentralisasi itu. Kalau memang seperti itu, tentunya kita akan melakukan protes resmi ke BLI," kata Manajer Operasional PSIS, Ari Wibowo.

Ia menambahkan, sebenarnya adanya pertandingan sentralisasi ini sudah sangat merugikan PSIS karena jika empat pertandingan itu bisa dimainkan di Stadion Jatidiri Semarang tentunya timnya akan banyak mendapat keuntungan dari dukungan penonton sehingga peluang untuk mendapatkan 12 nilai terbuka lebar.

BLI akhirnya menetapkan tiga stadion yang menjadi tempat pertandingan sentralisasi untuk lanjutan Djarum Indonesia Super League (ISL) yang akan bergulir 17 April hingga 5 Mei, menyusul tertundanya sejumlah pertandingan karena kampanye Pemilu 2009.

Badan Liga Indonesia (BLI) dalam siaran persnya, Jumat, menyebutkan, tiga stadion itu adalah Stadion Brawijaya Kediri, Stadion Kanjuruhan Malang, dan Stadion Surajaya Lamongan. (*)

Pewarta:
Editor: Anton Santoso
Copyright © ANTARA 2009