Kupang (ANTARA News) - Kota Kalabahi, ibu kota Kabupaten Alor, sekitar 137 mil dari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga Senin (13/4) masih mencekam, menyusul tawuran antarpemuda di kota kecil itu pada Minggu Paskah (12/4).

Kapolres Alor, AKBP Edy Yudianto, Senin memberlakukan Siaga I di wilayah itu ketika meletus lagi aksi tawuran serupa pada Senin pagi.

Dalam tawuran itu, para perusuh menggunakan batu dan anak panah untuk saling melempar dan saling memanah sehingga menimbulkan korban jiwa di antara kedua belah pihak.

Seorang pemuda setempat, Iwan Holo, anak salah seorang Ketua RT di kawasan Bunga Waru Kalabahi terkapar diterjang anak panah di bagian pinggul sebelah kiri.

Korban langsung dilarikan ke RSUD Kalabahi untuk mendapat perawatan sekaligus mencabut anak panah yang masih menancam di pinggulnya.

Hery, seorang pemuda lainnya mengalami luka serius di pelipis kanan terkena lemparan batu.

Sementar itu, dua anggota Polres Alor, Bripda Jusuf dan Ferdinandus Ati dilarikan ke UDG RSUD Kalabahi karena terkena lemparan batu di bagian wajah.

Tawuran antarpemuda itu melibatkan pemuda jalur atas dan jalur bawah Pasar Inpres Kalabahi. Penyebab terjadinya tawuran sedang dalam penyelidikan aparat kepolisian.

Informasi yang beredar yang menyebut bahwa polisi telah memukul sejumlah pemuda yang terlibat tawuran, telah memicu kelompok pemuda dari kelurahan Wetabua langsung menyerang Mapolres Alor di Kalabahi dengan batu dan benda keras lainnya.

Kapolres Alor, AKBP Edy Yudianto, langsung memberlakukan Siaga I dan memerintahkan anggotanya untuk menyebar ke kawasan Wetabua.

Aparat keamanan dari Polres Alor sempat melepas tembakan peringatan ke udara untuk meredakan amukan massa yang menyerang markas kepolisian tersebut.

Namun, kelompok pemuda dari Kelurahan Wetabua tetap nekad tanpa mempedulikan tembakan peringatan tersebut.

Polisi akhirnya melakukan tembakan di tempat karena massa pemuda semakin beringas.

Kerusuhan tersebut, terjadi pada Minggu (13/4) malam, ketika sebagian umat kristiani sedang mengikuti ibadat Paskah.

Di panggung halaman Gereja Pola Tribuana Kalabahi sedang berkumandang lagu-lagu Paskah, namun di kawasan sekitar Mapolres Alor yang berbatasan langsung dengan wilayah Kelurahan Wetabua, tidak jauh dari Gereja Pola Tribuana, terdengar rentetan tembakan.

Sementara itu, petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang datang dari luar Kalabahi untuk menyerahkan tabulasi data hasil Pemilu legislatif 9 April lalu, ikut terjebak di tengah kerusuhan massal itu ketika melintas di jalan utama di sekitar Pasar Inpres Kalabahi.

Meskipun demikian, truk yang digunakan petugas PPK untuk mengangkut kotak surat suara yang hendak disampaikan ke KPU Kabupaten Alor di Kalabahi, lolos dari amukan massa.

Melihat situasi semakin mencekam, Polres Alor meminta bantuan keamanan dari Kodim 1622/Alor. Komandan Kodim 1622/Alor, Letkol (Kav) Syiachrical E Siregar terjun langsung memimpin anak buahnya membantu aparat Polres Alor yang tengah dalam ancaman serangan pemuda dari Kelurahan Wetabua itu. Situasi berhasil dikendalikan ketika aparat Kodim Alor diterjunkan ke daerah kerusuhan.

Namun pada Minggu tengah malam, kelompok pemuda Wetabua kembali beraksi dengan menyerang aparat keamanan dan membakar sebuah sepeda motor milik anggota Polres Alor.

Mobil dinas Kapolres Alor tidak luput dari hujan batu yang dilayangkan pemuda Wetabua yang tengah murka itu. Kaca depan mobil Dalmas Polres Alor pecah berantakan.

Akhirnya, aparat keamanan berhasil memukul mundur kelompok anak mudah tersebut.

Meskipun demikian, pada Senin dini hari pecah lagi kerusuhan di wilayah Pasar Inpres Lipa Kalabahi.

Kelompok pemuda yang berhadap-hadapan saling serang dengan batu dan anak panah. Toko-toko dan kios-kios pun tutup.

Para pemilik dan penjaga toko/kios serta penjual di pasar lari tunggang langgang menyelamatkan diri. Hingga Senin malam, tidak ada aktivitas di pasar tersebut.

Kondisi itu membuat suasana Kota Kalabahi bertambah mencekam. Jalan utama yang membelah kota Kalabahi itu pun sempat ditutup aparat Polres Alor hingga pukul 11.00 Wita.

Pawai Paskah yang dikoordinir Gereja Ikhtus Puildon Kalabahi yang mengambil start di Stadion Bola Kaki Batunirwala Kalabahi dan berakhir di Stadion Mini Kalabahi terpaksa hanya sampai di lapangan SD GMIT Kabola, Kelurahan Mutiara.

Sekitar 11 Gereja Kristen di Kalabahi yang semula siap ikut Pawai Paskah pada Senin siang, akhirnya batal mengikuti kegiatan rohani keagamaan tersebut karena situasi keamanan di kota kecil tambah tidak menentu.

Kelompok pemuda Wetabua ketika melihat aparat Polres Alor berkonsentrasi mengamankan situasi di Pasar Inpres Lipa Kalabahi, memanfaatkan kesempatan tersebut dengan menyerang Mapolres Alor.

Seluruh kekuatan Polres Alor, mulai dari tingkat perwira hingga prajurit lapangan dikerahkan semuanya untuk menghalau serangan.

Suara tembakan terdengar bersahut-sahutan. Sementara dari Masjid Babuljihad Wetabua berkumandang Allahu Akbar...Allahu Akbar.

Sebuah mobil Dalmas yang mengangkut anggota Polres bersenjata lengkap diterjunkan ke Wetabua. Pemuda setempat kalang kabut dan bersembunyi di rumah-rumah penduduk dan ada yang melarikan diri dengan menggunakan perahu motor.

Sekitar 16 pemuda berhasil dibekuk aparat dan digelandang ke Mapolres Alor. Dua pemuda diterjang peluru aparat yakni Anus Manukoi (20) terkena tembakan di paha kiri dan sayatan di paha kanan.

Jackly (27), tertembak di betis kanan dan tembus ke betis kiri, sedang seorang siswi SMP, Sumiati Abas (16) terkena tembakan peluru nyasar di bagian pelipis kanan. Lukanya cukup parah di bagian pelipis kanan sedalam sekitar 3,5 cm.

Diperkirakan masih banyak pemuda yang terluka tembak tetapi belum mau berobat ke RSUD Kalabahi.

Sementara itu korban luka parah dari pihak Polres Alor, yakni Stefanus (30) yang terkena panah di dada bagian kiri dan Ari Sanjaya terkena sabetan parang di tangan kiri.

Polda NTT telah menerjunkan pasukan dari Satuan Brimoda NTT ke Kalabahi untuk mengamanan situasi di kota itu guna mencegah meluasnya aksi kerusuhan.

Tindakan pengamanan dipandang sangat penting karena sebagian besar PPK di Alor sedang melakukan proses penghitungan surat suara pada pemilu 9 April lalu.

Sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) di Alor belum juga melakukan pencentangan surat pada pemilu 9 April, karena tertukarnya surat suara untuk DPRD Kabupaten Alor.
(*)

Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2009