Kemendagri: Rapid test telah disebar ke puskesmas DKI Jakarta

Kemendagri: Rapid test telah disebar ke puskesmas DKI Jakarta

Direktur Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri Safrizal ZA memberikan keterangan pers terkait percepatan penanganan COVID-19 di Kantor BNPB, Jakarta, Rabu (25/3/2020). (ANTARA/Shofi Ayudiana)

Jakarta (ANTARA) - Direktur Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Safrizal Za mengatakan bahwa rapid test kit atau alat tes cepat pemeriksaan COVID-19 telah tersebar di puskesmas-puskesmas di wilayah DKI Jakarta.

"Tadi malam rapid test sudah diberikan ke seluruh puskesmas yang ada di DKI Jakarta, " kata Safrizal dalam konferensi pers di Kantor BNPB, Jakarta, Rabu.

Baca juga: Kemendagri: Rapid test dilakukan terbatas

Ia mengatakan rapid test nantinya akan diprioritaskan bagi warga yang masuk dalam daftar kontak tracing atau mereka yang pernah melakukan kontak terdekat dengan pasien positif COVID-19.

"Tadi saya komunikasi dengan Gubernur DKI Jakarta, yang akan melakukan rapid test pertama adalah orang-orang yang masuk dalam long list dan melakukan kontak dekat dengan pasien positif, " katanya.

Alat rapid test ini, diakuinya memang masih terbatas sehingga masyarakat yang memiliki gejala ringan hingga sedang diminta untuk memeriksakan diri ke rumah sakit rujukan penanganan COVID-19.

Baca juga: Kemendagri siapkan gedung badan diklat tempat isolasi pasien COVID-19

Baca juga: Pemerintah minta pemda realokasi APBD untuk penanganan COVID-19


Sebanyak 125 ribu rapid test kit atau alat tes cepat telah didistribusikan ke 34 provinsi.

Tahap pertama pemeriksaan cepat akan dilakukan untuk orang yang sempat melakukan kontak terdekat dengan kasus positif, kemudian untuk petugas kesehatan yang terlibat dalam layanan langsung COVID-19.

Jika alat tes cepat yang datang kembali sudah cukup banyak, akan mulai dilakukan pemeriksaan berbasis kewilayahan, seperti Jakarta Selatan.

"Pelaksanaan tes cepat akan didesentralisasikan ke fasilitas-fasilitas kesehatan yang ada di wilayah tersebut, seperti puskesmas, laboratorium daerah, rumah sakit pemerintah dan daerah," kata Juru Bicara Pemerintah Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto, Selasa (24/3).

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Kemendagri minta dana darurat APBD penuhi kebutuhan tenaga medis

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar