RSUD Soedono Madiun sediakan ruang isolasi tambahan pasien corona

RSUD Soedono Madiun sediakan ruang isolasi tambahan pasien corona

Petugas RSUD dr Soedono Madiun menunjukkan persiapan ruang isolasi tambahan yang akan disediakan rumah sakit setempat di Gedung Trauma Center Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Soedono Madiun lantai 6, Kamis (26/3/2020). Penyediaan ruang isolasi tambahan itu untuk memaksimalkan penanganan pasien dalam pengawasan (PDP) yang dicurigai terpapar virus corona atau COVID-19. (ANTARA Jatim/Louis Rika/Eg)

Madiun (ANTARA) - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soedono Madiun, Jawa Timur menyediakan ruang isolasi tambahan yang akan digunakan untuk memaksimalkan penanganan pasien dalam pengawasan (PDP) yang dicurigai terpapar virus corona atau COVID-19.

Direktur RSUD dr Soedono Madiun, dr Bangun Trapsila Purwaka, SpOG mengatakan penyediaan ruang isolasi tambahan tersebut dilakukan seiring dengan jumlah PDP di wilayah kerjanya yang terus meningkat. Adapun ruang isolasi tambahan tersebut berkapasitas hingga 40 'bed" atau tempat tidur.

"Untuk ruang isolasi tambahan ini, kami siapkan hingga 40 bed, tapi idealnya 35 bed. Saat ini yang ada sudah 30 bed, setelah ditambah target sampai 70 bed," ujar Bangun saat menggelar konferensi pers di RSUD setempat, Kamis.

Menurut dia, ruang isolasi tambahan tersebut berada di Gedung Trauma Center Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Soedono Madiun lantai 6 yang selama ini merupakan bangunan baru dan belum digunakan.

"Insya Allah ruang isolasi tambahan itu akan siap difungsikan mulai besok Jumat (27/3/2020). Saat ini partisinya sedang dikebut pemasangannya," kata dia.

Diharapkan, penambahan ruang isolasi tersebut akan mempermudah penanganan tim medis dalam merawat pasien yang dicurigai terpapar virus corona. Sesuai rencana, nantinya ruang untuk pasien laki-laki dan perempuan akan terpisah.

Sesuai data, saat ini RSUD dr Soedono Madiun merawat 30 orang dengan status pasien dalam pengawasan (PDP) terkait dengan virus corona penyebab COVID-19. Dari jumlah tersebut, delapan orang di antaranya terkonfirmasi positif COVID-19.

Dari delapan PDP positif corona, semuanya adalah warga Kabupaten Magetan, dan enam orang di antaranya merupakan satu keluarga dengan pasien positif corona yang meninggal di RSUD dr Moewardi Solo beberapa waktu lalu. Sedangkan 22 PDP lainnya berasal dari beberapa daerah. Yakni Kabupaten Ngawi, Magetan, dan Kabupaten Madiun.

Baca juga: ODP COVID-19 di Kepri mencapai 1.004 orang

Baca juga: Pemkot Tarakan siapkan dana Rp2 miliar untuk penanganan COVID-19

Baca juga: Positif COVID-19 di Sulsel melonjak 100 persen menjadi 27 orang

Baca juga: Gubernur Jabar minta Polda selidiki empat klaster penyebaran COVID-19

Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pemerintah ungkap belum semua kasus positif COVID-19 terkonfirmasi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar