Maia dan Nadine Duta Gajah Sumatra

Cisarua, Bogor, (ANTARA News) - Penyanyi Maia Estianty dan mantan Putri Indonesia Nadine Chandrawinata dinobatkan oleh Lembaga Konservasi Eks-Situ (di luar habitat) Taman Safari Indonesia (TSI) Cisarua, Kabupaten Bogor sebagai duta gajah Sumatra (elephas maximus sumatraensis).

Kepala Humas TSI Cisarua Yulius H Suprihardo kepada ANTARA di Cisarua, Rabu menjelaskan, Direktur TSI Cisarua Drs Jansen Manansang MSc, yang juga Presiden Perhimpunan Kebun Binatang se-Asia Tenggara (SEAZA), memberikan sertifikat dan boneka gajah sumatera kepada kedua selebriti itu, bertepatan dengan peringatan Hari Kartini 2009, Selasa (21/4).

Maia dan Nadine juga menerima selempang yang bertuliskan "Duta Gajah Sumatra", serta pengalungan bunga berwarna putih dari seekor gajah betina.

Ia menjelaskan bahwa penobatan Duta Gajah Sumatra itu juga dilandasi dengan Undang-undang Konservasi No. 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, mengingat gajah sumatra merupakan salah satu satwa langka endemik Indonesia yang perlu dilestarikan oleh semua pihak, tidak saja oleh pemerintah, akan tetapi juga oleh masyarakat.

Dikemukakanya bahwa gajah juga merupakan satwa yang bermanfaat bagi kehidupan manusia, diantaranya dapat membantu manusia di sektor wisata, mengangkut kayu, membantu penanganan musibah tsunami di Aceh.

Berkaitan dengan upaya pelestarian gajah Sumatra ini, katanya, TSI telah menjadi pionir proyek terhadap pelestarian gajah di Sumatra, yang pada saat itu terjadi konflik antara manusia dengan gajah, sehingga pada akhirnya berdirilah beberapa Pusat Latihan Gajah di Sumatra.

"Penobatan duta gajah kepada dua `public figure` perempuan yang bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, kita harapkan akan muncul dan bertambah semangat kaum perempuan Indonesia untuk berperan aktif dalam upaya pelestarian gajah Sumatra, yang populasinya kian menurun," katanya.

Menurut catatan TSI, kata Yulius, populasi gajah saat ini lebih kurang antara 2.400 ekor hingga 2.800 ekor.(*)

 

Pewarta: anton
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2009

Komentar