Mexico City (ANTARA News) - Meksiko menutup semua sekolah dan universitas yang menampung jutaan pelajar dan mahasiswa di jantung negara itu, Jumat, setelah influenza (flu) menewaskan sekitar 20 orang dalam beberapa minggu belakangan ini.

Pemerintah Kanada menganjurkan para dokter bersiaga jika ada laporan sakit dari orang-orang yang belum lama ini mengunjungi Meksiko, walaupun tidak melarang mengunjungi daerah-daerah wisata pantai yang populer.

Menteri Kesehatan Meksiko Jose Angel Cordoba , Kamis mengatakan, sekolah dan universitas di Mexico City dan daerah-daerah sekitarnya akan ditutup Jumat dan menganjurkan penduduk yang memiliki gejala terserang flu untuk tetap tinggal di rumah.

"Kami merekomendasi agar tidak pergi ke tempat-tempat atau acara-acara yang dihadiri banyak orang kecuali sangat diperlukan," kata Cordoba.

Wabah flu di Meksiko biasanya berakhir Februari atau Maret, tetapi kini lebih lama ketimbang tahun lalu, kata pemerintah.

Para pejabat Kanada rawan terutama pada penyakit gangguan pernafasan yang menjalar ke seluruh dunia sejak Toronto dilanda wabah SARS tahun 2003, yang sebagian dipersalahkan atas tanggapan yang lambat terhadap laporan-laporan awal penyakit itu.

Sekitar 79 orang di Meksiko dirawat karena flu dan jumlah itu tidak meningkat dalam hari-hari belakangan ini, kata Kementerian Kesehatan.

Di AS , tujuh orang telah diagnosa dengan satu jenis baru flu babi di Kalifornia dan Texas, kata laporan Pusat Pengawasan dan Pencegahan Penyakit. Semua tujuh orang itu kini sudah sembuh. (*)

Pewarta:
Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2009