Kunjungan wisman ke DKI Jakarta Februari merosot 24,41 persen

Kunjungan wisman ke DKI Jakarta Februari merosot 24,41 persen

Petugas keamanan memberikan informasi kepada wisatawan yang akan berkunjung ke kawasan Monas, Jakarta, Sabtu (14/3/2020). Dampak kasus dari penyebaran COVID-19, Pemprov DKI Jakarta menutup sejumlah destinasi wisata dan hiburan masyarakat selama 2 pekan ke depan diantaranya Monas, Wisata Kota Tua dan Ancol. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)

disumbang oleh lima negara terbesar yaitu Malaysia 15,07 persen, Jepang 11,69 persen, Singapura 8,03 persen, Korea Selatan 5,79 persen, dan Saudi Arabia 5,34 persen
Jakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta menyatakan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Jakarta pada Februari 2020 sebanyak 131,24 ribu atau merosot 24,41 persen dibanding bulan sebelumnya sebesar 173,61 ribu.

Keterangan resmi dari laman BPS DKI Jakarta, Kamis, memaparkan, dari jumlah 131,24 ribu wisman tersebut disumbang oleh lima negara terbesar yaitu Malaysia 15,07 persen, Jepang 11,69 persen, Singapura 8,03 persen, Korea Selatan 5,79 persen, dan Saudi Arabia 5,34 persen.

Baca juga: Ragunan merevisi target pengunjung tahun 2020

Baca juga: Pemprov DKI perpanjang penutupan destinasi wisata dua pekan

Baca juga: YLKI dukung penutupan tempat wisata dan meliburkan sekolah


Kunjungan wisman per pintu kedatangan yaitu dari Bandar Udara Halim Perdanakusuma hanya sebanyak 205 kunjungan dan Bandar Udara Soekarno-Hatta sebanyak 131,03 ribu kunjungan.

Dengan demikian, jika dibandingkan kunjungan wisman Februari 2019 dengan Februari 2020 terdapat kemerosotan sebesar 33,14 persen karena pada Februari 2019 kunjungan wisman ke Jakarta sebanyak 196,29 ribu kunjungan sedangkan Februari 2020 sebanyak 131,24 ribu kunjungan.

Kemudian, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di DKI Jakarta pada Februari 2019 - Februari 2020 mengalami kemerosotan dari 63,37 persen ke 54,28 persen yaitu turun 9,09 persen.

Sedangkan pada Januari - Februari 2020 TPK hotel berbintang di DKI Jakarta melonjak dari 51,37 persen ke 54,28 persen yaitu naik 2,91 persen.

Rata - rata lama menginap tamu asing dan tamu warga negara Indonesia menurut klasifikasi hotel menerangkan bahwa tamu asing pada Februari 2019 - Februari 2020 meningkat dari 2,34 ribu ke 2,55 ribu tamu per hari, naik 0,21 persen.

Sedangkan rata - rata lama menginap tamu asing pada Januari - Februari 2020 menurun dari 3,05 ribu ke 2,55 ribu tamu per hari, turun 0,50 persen.

Terakhir, rata - rata lama menginap tamu warga negara Indonesia pada Februari 2019 - Februari 2020 menurun dari 2,05 ribu ke 1,78 ribu tamu per hari, turun 0,27 persen. Sedangkan pada Januari - Februari 2020 juga menurun dari 2,33 ribu ke 1,78 ribu tamu per hari atau turun 0,55 persen.

Pewarta: Edy Sujatmiko dan Mochamad Firdaus
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020

BPS perpanjang masa sensus penduduk hingga 29 Mei

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar