Dandim 1314 pastikan pemulangan tenaga kerja dari PLTU Tomilito

Dandim 1314 pastikan pemulangan tenaga kerja dari PLTU Tomilito

Dandim 1314 Gorontalo Utara, Letkol Arm Firstya Andrean Gitrias, menginisiasi pertemuan terpadu terkait pemulangan para tenaga kerja di lokasi PLTU Tomilito, yang masuk tanpa menerapkan protokol pemeriksaan kesehatan COVID-19, serta tidak melakukan isolasi atau masa karantina 14 hari setibanya di kabupaten tersebut. (ANTARA/HO-Kodim 1314)

Gorontalo (ANTARA) - Komandan Distrik Militer (Dandim) 1314 Gorontalo Utara, Letkol Arm Firstya Andrean Gitrias, memastikan pemulangan para tenaga kerja dari daerah terinfeksi atau zona merah COVID-19, yang dipekerjakan di lokasi pembangunan Perusahaan Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tomilito, di Desa Tanjung Karang, Kecamatan Tomilito.

"Ada keresahan warga di sekitar lokasi, mengingat para pekerja tidak menerapkan masa isolasi mandiri selama 14 hari saat tiba di wilayah tersebut," ujar Dandim, di Gorontalo, Ahad, mengutip laporan aparat desa dan pemerintah kecamatan yang diterima pihaknya.
Para tenaga kerja tersebut, didatangkan pihak penyedia dan diinapkan di rumah warga yang dikontrak.

Dandim mengatakan, berdasarkan laporan tersebut, pihaknya pun melaporkannya ke pemerintah kabupaten, yaitu Bupati dan meminta agar dinas terkait turun ke Desa Tanjung Karang.

Disamping berkoordinasi dengan Kapolres setempat, untuk pengecekan di lapangan.
Pertemuan pun dilakukan di ruang rapat lokasi PLTU, dihadiri pihak-pihak terkait, yaitu Ramlan Mojo, humas Gorontalo Listrik Perdana, selaku pihak penanggungjawab pembangunan PLTU Tomilito, Mayor Inf Rusdianto Danramil 1314-06/Kwandang, sekretaris Kecamatan Tomilito Ois Monoarfa, Pasi Teritorial Lettu Inf Edy, kepala Desa Huidu Melito Anton Tomhba, kepala Desa Tanjung Karang, Elwin Yunus, serta personel Polsek Kwandang.

Baca juga: Warga minta pemerintah serius tangani sengketa lahan PLTU Tomilito

Baca juga: Untuk cegah COVID-19, Gorontalo Utara tolak pekerja asal Jabar-Sumsel

Baca juga: 1 PDP asal Gorontalo Utara dirujuk ke RS Aloei Saboe


Dandim menyampaikan, keyakinannya kepada pihak PLTU sebagai perusahaan strategis nasional, pasti memiliki standar operasional prosedur (SOP) kesehatan yang baik, khususnya protokol dalam pencegahan COVID-19.

Dandim pun meminta langkah antisipasi dan perlu mawas diri untuk mematuhi instruksi pemerintah untuk mencegah penyebaran virus Corona.

Mengingat adanya laporan keresahan di tingkat masyarakat, maka secara terpadu ditindaklanjuti dengan memulangkan para pekerja dari luar daerah yang bekerja di lokasi PLTU.

Khususnya 3 orang pekerja dari Jakarta, yang telah dipulangkan Ahad siang. "Saya kawal pemulangannya, termasuk menegaskan ke pihak PLTU untuk tidak lagi mendatangkan pekerja dari luar daerah selama masa darurat nasional COVID-19 berlaku," ujar Dandim.

Sementara itu, Ramlan Mojo, humas GLP menjelaskan, jika para pekerja tersebut didatangkan oleh pihak subkon, meski telah disampaikan berulang-ulang untuk menghentikan sementara pengadaan tenaga kerja dari luar daerah di tengah wabah COVID-19.*

Baca juga: Gorontalo Utara tetap gelar MTQ tingkat provinsi di tengah COVID-19

Baca juga: Gorontalo Utara masih pikir-pikir terkait kedatangan kapal pesiar

 

Dandim 1314 Gorontalo Utara, Letkol Arm Firstya Andrean Gitrias, menginisiasi pertemuan terpadu terkait pemulangan para tenaga kerja di lokasi PLTU Tomilito, yang masuk tanpa menerapkan protokol pemeriksaan kesehatan COVID-19, serta tidak melakukan isolasi atau masa karantina 14 hari setibanya di kabupaten tersebut. (ANTARA/HO-Kodim 1314)

Pewarta: Susanti Sako
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Yurianto sebut Wisata COVID-19 bisa jadi opsi isolasi mandiri

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar