Erick berharap kerja sama BUMN-swasta semakin baik setelah COVID-19

Erick berharap kerja sama BUMN-swasta semakin baik setelah COVID-19

Petugas memasukan bantuan alat pelindung diri (APD) untuk tenaga medis di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (7/4/2020). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/foc.

Saya harapkan nanti setelah corona yang business to business (B2B) tetap jalan
Jakarta (ANTARA) - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengharapkan kerja sama antara BUMN dengan pihak swasta dapat terus terjalin dengan baik setelah pandemi COVID-19.

"Saya harapkan nanti setelah corona yang business to business (B2B) tetap jalan," ujar Menteri Erick usai menerima sumbangan bantuan penanganan COVID-19 dari sejumlah pengusaha di Jakarta, Selasa.

Saat ini, ia mengatakan, pemerintah dan swasta terus bergotong-royong untuk melawan COVID-19. Pesawat Garuda pun siap mengangkut logistik dari sejumlah negara untuk mendukung penanganan COVID-19.

"Saat ini penting kita sama-sama bekerja, bukan ego sektoral. Untuk logistik, teman-teman kementerian lain, ataupun swasta, ataupun negara-negara lain yang ingin membantu Indonesia tentu kita sudah siapkan (pesawat Garuda) dan sudah beberapa kali terbang ke beberapa negara," ucapnya.

Dalam rangka menjaga perekonomian di tengah pandemi, Erick mengaku pihaknya telah memetakan langkah strategis BUMN. Ia tak menampik pandemi COVID-19 juga akan berimbas pada kinerja perusahaan-perusahaan pelat merah.

Sebagai langkah awal, Kementerian BUMN telah merampingkan 51 anak-cucu usaha dari Pertamina, Telkom, dan Garuda Indonesia. Erick akan meneruskan perampingan dengan tetap memerhatikan para karyawan yang bekerja di dalamnya.

"Kita memastikan harus juga bagaimana pekerja diutamakan, digabungkan usaha lain, diprioritaskam efisiensi dan memperkuat cashflow," katanya.

Kementerian BUMN, lanjut dia, melakukan pemetaan BUMN berdasarkan portofolio bisnis. Pemetaan dilakukan berdasarkan paramater nilai ekonomi layanan publik.

"Pemetaan akan menentukan langkah dan strategi bagi Kementerian BUMN untuk memutuskan mempertahankan, mentransformasikan, mengkonsolidasikan, atau divestasi atau pelepasan perusahaan," paparnya.

Erick berharap pemetaaan dan sejumlah langkah efisiensi yang dilakukan BUMN mampu mengantisipasi dampak perekonomian Indonesia akibat pandemi COVID-19.

"Sejumlah negara, termasuk Indonesia tentu memiliki tantangan berat dalam sektor ekonomi lantaran pandemi COVID-19. Ada potensi risiko dan sangat berat," katanya.

Erick menegaskan pemerintah tak akan tinggal diam dan terus berusapaya untuk menjaga perekonomian nasional.

Baca juga: Mensos serahkan 20.000 APD dukung tenaga medis di RS BUMN

Baca juga: BUMN siap beli ventilator lokal untuk tangani COVID-19

Baca juga: Kementerian BUMN terima sumbangan dari berbagai pihak tangani COVID-19

 

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Ulang tahun ke-13, FHCI luncurkan majalah digital

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar