Pelaku perjalanan pulang ke Pasamam Barat capai 9.938 sejak Maret

Pelaku perjalanan pulang ke Pasamam Barat capai 9.938 sejak Maret

Petugas gugus tugas penanganan percepatan COVID-19 Pasaman Barat memeriksa setiap warga yang hendak menuju Pasaman Barat di pos perbatasan.

Simpang Empat,- (ANTARA) - Jumlah pelaku perjalanan dan pulang kampung menuju Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat terus meningkat mencapai 9.938 orang hingga Jumat (17/4) sejak posko perbatasan didirikan 21 Maret lalu.

"Sehari sebelumnya mencapai 9.588 orang dan hari ini naik menjadi 9.938 orang," kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Percepatan Corona Virus Disease (COVID-19) Pasaman Barat Gina Alecia di Simpang Empat, Jumat.

Ia mengatakan jumlah pelaku perjalanan itu termasuk perantau yang pulang kampung dan warga yang baru datang dari daerah terjangkit COVID-19.

Baca juga: Polda Sumbar: satu siswa calon perwira sembuh dari COVID-19

Jumlahnya terus meningkat dan semua warga yang masuk ke Pasaman Barat distop dan diperiksa suhu tubuhnya, ditanya dari mana hendak ke mana, dicatat alamat dan nomor teleponnya.

"Bagi pelaku perjalanan yang pulang dari daerah terjangkit COVID-19 maka ditetapkan sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP)," katanya.

Ia mengharapkan kesadaran para pelaku perjalanan bersedia mematuhi himbauan pemerintah agar karantina mandiri 14 hari di rumah masing-masing.

"Saat ini terpenting adalah kesadaran diri dari pelaku perjalanan. Kami selalu mengingatkan agar pelaku perjalanan untuk sementara di rumah saja dan tidak berbaur dengan yang lain," katanya.

Pihaknya juga mengimbau kepada warga agar jangan panik dan resah menyikapi informasi yang beredar saat ini.

"Protokoler COVID-19 terus kami jalankan. Penentuan seseorang positif hanya bisa ditentukan oleh hasil tes swab-nya dari laboratorium Unand Padang. Ada tahapan yang harus dilalui seseorang dikatakan positif," jelasnya.

Baca juga: Polda Sumbar latih keselamatan berkendara ribuan pengemudi angkutan

Hingga Jumat (17/5) jumlah total kumulatif Orang Dalam Pemantauan (ODP) mencapai 182 orang. Sekitar134 orang sudah selesai pemantauan dan 48 orang masih dalam pemantauan.

Kemudian jumlah Pasien Dalam Pemantauan (PDP) delapan orang. Hasil swab tujuh orang negatif dan sehat. PDP yang meninggal dunia satu orang dan hasil swabnya masih belum ke luar.

Selanjutnya Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak tujuh orang. Diantaranya satu orang hasil swabnya negatif dan enam orang sudah di-swab dan menunggu hasil labor Unand.

"Pasien positif satu orang dan saat ini dirawat di rumah sakit rujukan di RS Unand," jelasnya.***3***

Baca juga: Slogan COVID-19: "Maskerku melindungi kamu, maskermu melindungi aku"
Baca juga: Tangerang perketat kegiatan luar rumah warga 10 kecamatan jelang PSBB
Baca juga: Dapur umum Riau distribusikan 1.100 kotak makanan saat PSBB

Pewarta: Altas Maulana
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Pemprov NTB waspadai pelaku perjalanan tanpa gejala

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar