Kurkuk, Irak (ANTARA News/AFP) - Sedikitnya 72 orang tewas dalam ledakan bom truk di dekat kota Kirkuk, Irak utara, serangan paling mematikan dalam 16 bulan ini, kata sejumlah pejabat setempat, Minggu.

Serangan Sabtu itu, yang terjadi di kota Taza Kharmatu yang berpenduduk mayoritas Syiah, dilakukan hanya 10 hari menjelang batas waktu penarikan pasukan AS dari kota-kota dan daerah Irak sesuai dengan sebuah perjanjian keamanan antara Baghdad dan Washington.

"Jumlah korban tewas dari ledakan kemarin (Sabtu) di Taza mencapai 72," kata Sarhad Qadir, polisi senior di daerah pinggiran Kirkuk, dengan menambahkan bahwa lebih dari 200 orang juga cedera dalam serangan tersebut.

Ibrahim Mohammed Jassim, seorang dokter di kamar mayat Kirkuk, mengkonfirmasi angka kematian itu namun menambahkan, "Mungkin jumlah kematian akan meningkat karena operasi pencarian belum selesai."

Serangan itu dituduhkan pada Al-Qaeda.

Truk tersebut membawa sekitar satu ton peledak dalam serangan itu, yang menimbulkan kerusakan besar pada puluhan rumah di daerah sekitarnya, dan beberapa orang tewas akibat tertimpa puing-puing rumah mereka yang roboh.

"Kejahatan keji ini merupakan upaya untuk merusak keamanan dan stabilitas dan memperluas ketidakpercayaan pada pasukan Irak," kata Perdana Menteri Nuri al-Maliki, Sabtu.

"Pasukan kami... akan menangkap mereka yang melakukan kejahatan di Taza Kharmatu dan membawa mereka ke pengadilan," katanya.

Pemboman itu merupakan serangan paling mematikan sejak dua wanita cacat mental digunakan oleh Al-Qaeda sebagai penyerang bom di pasar hewan Baghdad pada 1 Februari 2008, dalam dua serangan yang menewaskan 98 orang.

Serangan Taza itu dilakukan menjelang batas waktu penarikan pasukan AS pada 30 Juni dari kota-kota besar Irak sebelum penarikan penuh dari negara itu pada akhir 2011.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2009