Jakarta (ANTARA News) - Sejumlah Usaha Kecil Menengah (UKM) yang membuka gerai di Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2009 mengaku siap memasuki pasar internasional.

Pemilik usaha kerajinan batik Cirebon Anthony Budiman di Jakarta, Minggu, mengatakan siap menerima pemesanan dalam partai besar dari luar negeri.

Ia mengatakan optimistis dengan kinerja pengrajin batik lokal yang akan mampu mengerjakan pesanan jika mendapat pesanan dalam jumlah besar.

Menurut Anthony, umumnya pengrajin yang termasuk dalam kategori UKM mau berusaha memproduksi sebanyak-banyaknya.

"Kami cuma bingung dengan cara memasarkannya saja, percuma kan kalau kita terus produksi tapi produknya nggak laku," kata Anthony.

Ia juga mengkhawatirkan serbuan pengrajin batik China yang dapat memproduksi secara massal dan harga yang murah.

Pengrajin cenderamata dari Jogjakarta Ameng Suprapto mengatakan ia berani menerima pesanan dari luar negeri. Untuk saat ini ia mengaku sanggup menyediakan 1000 unit cenderamata dalam sebulan.

Ameng ialah pengrajin cenderamata yang melakukan inovasi pada bentuk celengan.

Menurut Ameng, sumber daya alam Jogja masih dapat memenuhi permintaan produk dalam jumlah besar.

Hingga kini, Ameng mengaku sudah menerima pesanan dari luar negeri, seperti Malaysia.

Ia juga mengatakan pemesanan dari luar negeri dalam partai besar juga harus memperhitungkan waktu pemesanan karena kerajinan yang ia produksi merupakan kerajinan buatan tangan.

"Kita juga lihat kondisi cuaca seperti apa karena bahan-bahannya kan dari alam," kata Ameng.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2009