Banjarmasin (ANTARA News) - Kabut asap yang sering terjadi setiap musim kemarau, kini mulai menyelimuti beberapa kawasan di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) yang terdiri 13 kabupaten/kota itu.

Pantauan dilapangan, Sabtu, kabut asap terjadi seperti di Jalan A. Yani sekitar kilometer 16 - 18 Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar dan wilayah Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru.

Kabut asap yang agak tebal atau dengan jarak pandang maksimal hanya sekitar 500 meter itu di Jalan A.Yani kilometer 17 atau sekitar tugu monumen Tentara ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan.

Tebaran kabut asap tersebut cukup terasa antara pukul 05:00 sampai 06:30 Wita, sehingga mereka yang bepergian dan melalui kawasan itu harus ekstra hati-hati mengemudi kendaraan bermotor guna menghindari kecelakaan lalu lintas.

Menurut informasi, kabut asap bukan cuma di kawasan Jalan A. Yani Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru, tapi juga pada sejumlah jalur lain di Kalsel seperti arah timur menuju Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) dan Kotabaru serta ke arah barat, Kabupaten Barito Kuala (Batola).

Sebagaimana diungkapkan Unah, warga Kotabaru, kabut asap yang terjadi dan menyelimuti beberapa kawasan sepanjang jalan dari Banjarmasin - Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut (Tala) - Batulicin Tanbu - Kotabaru, tidak cuma pada subuh menjelang pagi, tapi juga sore hari menjelang malam.

Namun kabut asap tersebut belum mengganggu arus lalu lintas kendaraan bermotor dari/ke arah timur Kalsel. Kabut asap itu pada umumnya terjadi bukan dikawasan permukiman penduduk, tapi daerah padang yang masih banyak semak belukar.

Sebagai contoh di wilayah Kecamatan Kintap, Tala dan Kecamatan Satui Tanbu terdapat beberapa kawasan yang diselimuti kabut asap pada waktu subuh menjelang pagi serta sore menjelang malam, demikian Unah.

Sementara Samad, warga Batola, mengungkapkan, kabut asap juga terjadi pada subuh menjelang pagi, seperti beberapa kawasan di wilayah Kecamatan Mandastana serta Kecamatan Alalak Berangas.

"Tapi kabut asap yang terjadi saat ini di wilayah daerah pasang surut Batola juga belum sampai mengganggu arus lalu lintas, baik angkutan darat maupun sungai yang masih banyak digunakan warga masyarakat setempat," ungkapnya.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2009