Washington (ANTARA News/AFP) - Amerika Serikat (AS), Sabtu, mendesak Korea Utara untuk tak lagi "memperburuk ketegangan" seraya menyebut peluncuran misil-misil terbaru Pyongyang sebagai "tidak membantu".

"Korea Utara seharusnya menahan diri dari aksi yang dapat memperburuk ketegangan dan fokus pada perundingan perlucutan nuklir serta penerapan komitmen-komitmennya pada pernyataan bersama 19 September 2005," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Karl Duckworth.

"Tipe sikap Korea Utara ini tidak membantu," katanya kepada AFP setelah Korea Utara melakukan uji coba penembakan tujuh misil dari lepas pantai timur Sabtu pagi hingga sore, menurut pejabat Korea Selatan.

Misil balistik --yang Korea Utara dilarang menembakkannya berdasarkan resolusi PBB-- diluncurkan ke Laut Jepang.

Ini adalah peluncuran beruntun terbesar senjata balistik sejak Korea Utara menembakkan sebuah misil jarak jauh Taepodong-2 dan enam misil lain yang lebih kecil pada Hari Kemerdekaan AS pada 2006.

Berdasarkan kesepakatan pada 2005, Korea Utara berjanji untuk menghentikan program nuklirnya sebagai ganti atas janji AS untuk tidak menyerang atau menginvasi negeri itu serta bekerja sama menormalkan hubungan kedua belah pihak.

AS dan negara-negara yang lain --China, Jepang, Rusia dan Korea Selatan-- menyetujui kesepakatan itu, yang juga menawarkan untuk bersama-sama memberikan paket bantuan energi bagi Korea Utara.

Namun Korea Utara mengumumkan April lalu bahwa Pyongyang mundur dari perundingan enam pihak dan memulihkan kembali operasi di fasilitas nuklirnya.

Pyongyang melakukan uji coba nuklirnya yang kedua pada Mei.

"Apa yang perlu Korea Utara lakukan adalah memenuhi kewajiban internasionalnya dan komitmennya," kata Duckworth, serta menambahkan bahwa peluncuran misil Korea Utara "menyoroti keperluan untuk menerapkan sepenuhnya ketentuan-ketentuan resolusi PBB."(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2009