London (ANTARA News/AFP) - Dolar AS naik terhadap euro pada Senin waktu setempat, di tengah keraguan tentang kemungkinan pemulihan ekonomi global dan karena pasar menunggu pertemuan tingkat tinggi kelompok ekonomi kuat G-8 pekan ini.

Dalam perdagangan sore di London, mata uang tunggal Eropa turun menjadi 1,3913 dolar dari 1,4001 dolar di London pada akhir Jumat. Euro juga turun terhadap yen Jepang menjadi 131,81 yen dari sebelumnya 134,46 yen.

Dolar juga menjadi 94,78 yen dari 96,00 terakhir pada Jumat.

"Penghindaran risiko memicu pembelian `safe-haven` dolar dan yen," kata Yuji Saito, dealer valas di raksasa perbankan Perancis Societe Generale.

"Namun, dibandingkan dengan yen, dolar melemah," kata Saito.

Ekonom raksasa perbankan Citibank mengatakan, dalam sebuah catatannya, "Pekan ini sentimen pasar mungkin terus memburuk karena data ekonomi belakangan ini mengecewakan mendorong penilaian kembali prospek ekonomi global."

Melemahnya data ritel zona euro dan laporan ketenagakerjaan AS yang mengecewakan pekan lalu, memicu kembali kekhawatiran tentang iklim ekonomi global, kata para dealer, dan ekspektasi hasil perusahaan kuartal kedua yang akan keluar pada bulan ini.

Mata uang seperti dolar dan yen dipertimbangkan sebagai "safe havens" atau tempat berlindung yang aman oleh para dealer pasar uang ketika kondisi ekonomi tak menentu dibandingkan terhadap mata uang seperti euro yang dipandang berisiko.

"Data dan peristiwa pekan ini tak mungkin memicu perbaikan dalam minat terhadap risiko atau menjawab pertanyaan tentang laju pemulihan," kata Mitul Kotecha dari bank investasi Prancis Calyon.

Data AS membuat para investor menyadari "pandangan mereka tentang prospek ekonomi AS dan global sedikit terlalu optimis," kata Mamoru Arai dari divisi valasa Mizuho Corporate Bank kepada Dow Jones Newswires.

Para analis mengatakan, namun kenaikan dolar tertutup oleh spekulasi bahwa para pemimpin G-8 mungkin mendiskusikan statusnya sebagai sebuah mata uang cadangan internasional ketika mereka bertemu di Italia, kata Yuji Saito, seorang dealer valas Societe Generale.

"Kemungkinan mereka akan membicarakan hal itu, tapi tidak disebutkan dalam komunike akhir pertemuan mereka. Isu tersebut dapat menjadi pendorong perdagangan dimana para investor akan melompat karena pasar tidak memiliki berita segar lainnya," kata dia.

China pada Kamis mengatakan, pihaknya menginginkan sistem moneter global menyeluruh, jelang kedatangan Presiden Hu Jintao untuk pertemuan G-8, yang akan dimulai Rabu.

"Kami berharap bahwa pada waktu mendatang sistem moneter internasional akan menjadi lebih terdiversifikasi," kata wakil menteri luar negeri He Yafei kepada para wartawan.

Namun wakil menteri itu mengatakan, di Roma pada Minggu, bahwa dolar akan menjadi cadangan mata uang internasional paling penting untuk beberapa tahun, menurut kantor berita China, Xinhua.

China bukan anggota G-8 -- Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, Rusia dan Amerika Serikat -- namun secara reguler diundang untuk bergabung dalam sesi pertemuan tahunan tingkat tinggi, bersama negara-negara utama lainnya.

Dalam perdagangan Senin, euro dipindahtangankan pada 1,3913 dolar terhadap 1,4001 dolar pada akhir Jumat, 131,81 yen (134,46), 0,8594 pounds (0,8540) dan 1,5171 franc Swiss (1,5182).

Dolar berada pada 94,78 yen (96,04) dan 1,0904 franc Swiss(1,0843).

Pound berada pada 1,6188 dolar (1,6393).

Di London Bullion Market, harga emas turun menjadi 924,50 dolar per ons turun dari 932,50 dolar pada akhir Jumat.(*)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2009