Tiga daerah di Kalbar jadi transmisi lokal penyebaran COVID-19

Tiga daerah di Kalbar jadi transmisi lokal penyebaran COVID-19

Sales Area Manager Pertamina Kalbar, Weddy Surya Windrawan saat memberikan bantuan VTM (virus transport media) senilai Rp200 juta kepada Karinkes Kalbar, Harisson dalam penanganan COVID-19 di provinsi itu. ANTARA/HO

Tidak usah keluar rumah kalau tak penting
Pontianak (ANTARA) - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Harisson mengatakan jumlah daerah transmisi lokal penyebaran COVID-19 di daerah itu hari ini bertambah menjadi tiga daerah.

"Sebelumnya hanya Kota Pontianak yang ditetapkan sebagai daerah transmisi lokal penyebaran COVID-19. Namun, hari ini pemerintah pusat menetapkan ada tiga daerah transmisi lokal, yaitu Kota Pontianak, Kota Singkawang dan Kabupaten Ketapang," kata Harisson di Pontianak, Selasa.

Baca juga: Penyebaran COVID melambat, pemerintah siapkan "exit strategy" ekonomi

Ditetapkannya tiga daerah transmisi lokal tersebut berdasarkan pola penyebaran kasus COVID-19 yang ada di Kalbar.

"Sampai dengan tanggal 6 Mei hari ini, sebaran kasus konfirmasi di Kota Pontianak ada 49 orang, Ketapang 12 orang, Kubu raya 9 orang, Singkawang 7 orang, Landak 3 orang, Kayong Utara 2 orang, Mempawah 2 orang, Sintang 2 orang, Bengkayang, Kapuas Hulu, Sambas dan Sanggau masing-masing 1 orang, sehingga jumlahnya ada 90 kasus," tuturnya.

Baca juga: Pemprov Jabar waspadai potensi penyebaran COVID-19 di tempat kerja

Namun, di Kalbar terdapat dua daerah yang belum terdapat kasus konfirmasi sama sekali, yaitu Kabupaten Melawi dan Sekadau.

Dijelaskannya, masyarakat perlu mengetahui, daerah transmisi lokal penyebaran COVID-19, penularan penyakitnya bukan lagi dari wilayah lain atau negara lain, tetapi sudah terjadi penularan antar penduduk di wilayah itu.

Baca juga: Pemkab Kudus kaji pemberlakuan PKM untuk cegah penyebaran COVID-19

Harisson mengatakan tidak ada arahan lagi dari Kemenkes, karena dengan ditetapkannya Pontianak sebagai wilayah transmisi lokal, maka semua penduduk harus ekstra hati-hati.

"Tetaplah di rumah, jangan keluar rumah, sering cuci tangan dengan sabun karena kita tidak tahu virus itu menempel dipermukaan benda apa yang ada di sekitar kita. Kita tidak tahu siapa yang sudah tertular karena dari pengalaman terhadap beberapa pasien yang terkonfirmasi positif, mereka dalam kondisi sehat-sehat saja selama masa pemantauan, tidak tahunya dia positif COVID-19 dan masyarakat harus sadar bahwa virus ini sangat berbahaya," kata Harisson.

Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji menegaskan bahwa saat ini Pontianak, Singkawang dan Ketapang sudah ditetapkan sebagai wilayah transmisi lokal, dimana penyebaran virus tidak lagi dari warga luar Kalbar, tetapi sudah dari warga ke warga lokal.

"Kota Pontianak, Ketapang dan Singkawang, berdasarkan apa yang ditulis di Website Kemenkes, penularan virus COVID-19 tidak lagi karena yang bersangkutan baru dari luar daerah atau luar negeri, tetapi penularan sudah dari warga ke warga. Maka saya minta jangan keluar rumah, jaga jarak ketika bertemu dan selalu pakai masker," kata Sutarmidji.

Menurut Sutarmidji, masyarakat Kalbar harus peduli terhadap virus corona dan sayangi diri sendiri dan keluarga dengan tetap di rumah.

"Tidak usah keluar rumah kalau tak penting," tuturnya.

Pewarta: Rendra Oxtora
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar