Tiga warga Bantul positif COVID-19 dari klaster Indogrosir Sleman

Tiga warga Bantul positif COVID-19 dari klaster Indogrosir Sleman

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Bantul Sri Wahyu Joko Santosa (Foto ANTARA/Hery Sidik)

Informasi hari ini ada empat pasien positif baru, tiga pasien di antaranya adalah klaster Indogrosir (IG)
Bantul (ANTARA) - Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyebut tiga warga Bantul yang dilaporkan terkonfirmasi positif terinfeksi virus corona baru pada Jumat ini berasal dari klaster penyebaran corona di Indogrosir Kabupaten Sleman.

"Informasi hari ini ada empat pasien positif baru, tiga pasien di antaranya adalah klaster Indogrosir (IG)," kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Bantul Sri Wahyu Joko Santosa dalam keterangan tertulis melalui aplikasi pesan singkat di Bantul, Jumat petang.

Baca juga: Bantul perpanjang penutupan objek wisata cegah penyebaran COVID-19

Tiga pasien positif baru itu, adalah laki-laki berusia 24 tahun yang dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) PKU Muhammadiyah Bantul, kemudian laki-laki berusia 48 tahun dan laki-laki berusia 44 tahun, keduanya dirawat di Rumah Sakit Lapangan Khusus COVID-19 (RSLKC) Bantul.

"Ketiganya dari (Kecamatan) Sewon, Sedayu dan Banguntapan," kata Sri Wahyu yang juga Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul tersebut.

Sedangkan satu pasien positif baru lainnya, adalah perempuan berusia 13 tahun asal Kecamatan Piyungan, pasien yang dirawat di Rumah Sakit Panembahan Senopati Bantul ini penularannya dari klaster kegiatan tabligh di Jakarta.

Baca juga: Dua warga Bantul positif COVID-19 usai pulang kerja dari Dubai dan USA

Dengan adanya tambahan empat kasus positif pada 8 Mei, maka total kasus positif di Bantul dari awal masuk Bantul hingga hari ini ada 36 orang, dengan kesembuhan 13 orang, meninggal dua orang, sehingga pasien positif COVID-19 yang masih dirawat berjumlah 21 orang.

Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Bantul juga menyebut dari hasil penelusuran kasus yang sudah positif ditemukan adanya transmisi/penularan lokal yang ditandai keberadaan COVID-19 yang menular terhadap orang lain tanpa harus bepergian keluar wilayah atau bertemu dengan orang asing dari luar wilayah.

Baca juga: Semua desa di Bantul sisihkan dana desa untuk penanganan COVID-19

Kasus transmisi lokal COVID-19 di Bantul tersebut di antaranya terjadi di wilayah Kecamatan Kasihan, Kecamatan Sewon, Kecamatan Piyungan dan Kecamatan Banguntapan, yang telah dilakukan tes dengan hasil positif terinfeksi corona. 

Oleh karena itu, Gugus Tugas COVID-19 Bantul mengimbau masyarakat dan semua pihak meningkatkan kesadaran agar penyebaran virus bisa diputus dengan tetap menjalankan aturan pemerintah dengan selalu menjaga jarak dengan siapapun saat beraktivitas di luar.

"Hindari kerumunan, tidak keluar rumah kecuali hal yang penting, rajin cuci tangan, penerapan PHBS (penerapan hidup bersih dan sehat), wajib pakai masker dan isolasi mandiri selama 14 hari bagi yang baru bepergian dari luar daerah," demikian imbauan Gugus Tugas.

Baca juga: Pasien sembuh dari COVID-19 di Bantul bertambah tiga orang

 

Pewarta: Hery Sidik
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar