BTN adakan edukasi properti bagi alumni pondok pesantren

BTN adakan edukasi properti bagi alumni pondok pesantren

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Pahala N Mansury memberikan sambutan pada pembukaan Rapat Kerja BTN tahun 2020 di Jakarta, Jumat (10/1/2020). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.

Kami harap mereka menjadi motor ekonomi di perdesaan atau kota kecil khususnya di bidang perumahan
Jakarta (ANTARA) - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mengadakan edukasi wirausaha properti yang diikuti 1.673 alumni pondok pesantren dan pegiat ekonomi Islam dari berbagai daerah di Pulau Jawa melalui program Santri Developer.

"Kami harap mereka menjadi motor ekonomi di perdesaan atau kota kecil khususnya di bidang perumahan, sehingga ke depan Insya Allah mendukung keberhasilan program Pemerintah dalam penyediaan perumahan," kata Direktur Utama Bank BTN Pahala N. Mansury di Jakarta, Senin.

Program tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Bank BTN dengan NU Circle tentang Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Riset di Bidang Perumahan.

Bank BUMN ini bekerjasama dengan Perkumpulan Masyarakat Profesional Nahdliyin (Nusantara Utama Cita/NU Circle) dan Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) pada pelatihan dan pendidikan dalam jaringan dan luar jaringan itu.

Pelatihan keterampilan bidang perumahan terdiri dari dua tahap, yaitu pelatihan dalam jaringan (daring) atau online selama periode 11-16 Mei 2020, dan juga pelatihan offline atau luar jaringan (luring) yang akan dilakukan usai masa penanganan COVID-19.

Para peserta yang sudah menyelesaikan kedua tahap pelatihan tersebut akan mendapatkan sertifikat khusus.

Pahala menambahkan sejumlah narasumber rencananya akan mengisi pelatihan daring di antaranya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang juga Ketua Umum IAEI terkait tantangan ekonomi Indonesia dan peran sektor perumahan.

Pemateri lainnya di antaranya Rais Syuriah PBNU KH Masdar F. Mas’udi terkait kewirausahaan Islam dan Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Eko Heripoerwanto.

Pelatihan juga akan melibatkan pengembang untuk memberikan materi daring atau pun pelatihan di lapangan secara langsung.

Sedangkan pelatihan langsung diselenggarakan selama tujuh hari penuh dengan pemberian materi di kelas selama lima hari, sehari kunjungan ke lapangan dan loka karya.

Saat pelatihan langsung, peserta akan diberikan keterampilan dasar mulai dari penyusunan anggaran, rencana bisnis, strategi pemasaran, manajemen proyek dan tata cara pembebasan lahan perizinan, serta pembebasan lahan.

Semua materi pelatihan secara langsung akan diajarkan oleh Housing Finance Center (HFC) BTN, yang kerap memberikan pelatihan kepada para pengembang muda.

Baca juga: Bank BTN bagi dividen Rp20,92 miliar
Baca juga: Laba 2019 anjlok, Pahala optimistis kembalikan BTN ke "jalurnya"
Baca juga: Memimpikan hunian di bawah Rp300 juta di Bodetabek

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

2000 Rumah bersubsidi untuk warga kurang mampu

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar