Jayapura, 28/7 (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi tinggi gelombang Laut Arafuru mencapai 3-4 meter sepanjang Senin (27/7) hingga Selasa.

BMKG yang prakiraannya dipantau di Jayapura, Selasa pagi, menyebutkan, gelombang laut dengan tinggi 3-4 meter juga berpeluang terjadi di perairan Kepulauan Kai, perairan Kepulauan Tanimbar, perairan Kepulauan Aru, dan perairan utara Papua bagian barat.

Selanjutnya, juga berpeluang terjadi di Laut Andaman, perairan selatan Banten hingga Jawa Timur, Selat Karimata, perairan selatan Bangka Belitung serta Laut Jawa bagian barat.

Sementara itu, gelombang dengan tinggi 2-3 meter mungkin terjadi di perairan utara Aceh, perairan barat Sumatera Barat hingga Lampung, perairan Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Bali hingga Nusa Tenggara Barat (NTB).

Berikutnya, juga berpeluang terjadi di Laut Jawa bagian timur, perairan selatan Kalimantan, Selat Makassar, Laut Banda, perairan selatan Buru dan Seram, Laut Maluku, Laut Halmahera, perairan Kepulauan Sangihe dan Talaud serta perairan Merauke.

Adapun di Samudera Hindia selatan Jawa Barat, gelombang laut berkisar 4-5 meter.

Peringatan dini dikeluarkan BMKG berkaitan dengan daerah gelombang tinggi ini sampai esok Rabu (29/7) untuk sejumlah perairan.

Yaitu, gelombang dengan tinggi 2-3 meter yang berpeluang terjadi di Laut China Selatan, perairan barat Aceh, perairan barat Bengkulu hingga Lampung, perairan Mentawai, Selatan Karimata serta Laut Jawa.

Selanjutnya, Selat Makassar bagian selatan, Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Bali hingga NTB, Laut Maluku, perairan selatan Ambon, perairan utara Sangihe Talaud, Laut Halmahera, Laut Sawu dan Laut Timor.

Peringatan dini juga berlaku untuk gelombang dengan tinggi 3-4 meter yang berpeluang terjadi di perairan utara Aceh, perairan selatan Jawa, Laut Banda, perairan Kepulauan Aru, Kai dan Tanimbar serta Laut Arafuru.

Sedangkan di Laut Andaman, peringatan dini berlaku karena gelombang mencapai 4-5 meter. (*)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2009