Sepuluh pasien di Ternate sempat berusaha kabur dari tempat karantina

Sepuluh pasien di Ternate sempat berusaha kabur dari tempat karantina

Sebanyak 10 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan positif terkonfirmasi COVID-19 kabur dari karantinya di Sahid Bela Hotel. ANTARA/Abdul Fatah

merasa tidak betah selama berada di dalam ruangan karantina
Ternate (ANTARA) - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Maluku Utara (Malut) menyatakan, sebanyak sepuluh pasien terkonfirmasi positif COVID-19 dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang menjalani karantina di Sahid Hotel Ternate sempat berusaha kabur.

Koordinator Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Malut, Muliadi Tutupoho membenarkan 10 pasien COVID-19 yang sebagian besar jamaah tabliq itu memilih untuk kabur dari tempat karantina di hotel karena merasa tidak betah dan merasa jauh dari keluarga mereka.

"Mereka merasa tidak betah selama berada di dalam ruangan karantina, sehingga mereka kabur, karena tidak ada petugas, mereka memanfaatkan kesempatan untuk kabur dari ruang karantina dan keluar hingga ke jalan raya, tetapi  setelah diberi pemahaman, mereka dapat kembali ke tempat karantina," kata Muliadi.

Baca juga: Delapan pasien COVID-19 di Malut sembuh
Baca juga: Hasil "rapid test": 142 orang di Malut reaktif COVID-19


Muliadi menjelaskan, mereka ini tiba-tiba keluar dari samping tempat karantina Sahid Hotel dan petugas yang tidak dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) tak bisa mendekati dan hanya mengarahkan mereka agar tidak keluar.

Kemudian petugas dengan menggunakan APD lengkap mendatangi mereka dan memberikan pemahaman, sehingga mereka yang berasal dari Halmahera Utara, Tidore Kepulauan dan Kota Ternate bersedia ini kembali ke Sahid Hotel.

Terkait kondisi psikologi para pasien COVID-19 itu, maka Gugus Tugas Malut telah berkoordinasi dengan kabupaten/kota agar menyediakan tempat karantina, karena prinsipnya mereka ingin dekat dengan keluarga. 

Baca juga: Selama Ramadhan, MT Habib Abubakar bantu tangani COVID-10 di Malut
Baca juga: Kajian: Ternate daerah risiko tinggi penularan COVID-19 di Malut


Berdasarkan video amatir yang direkam oleh warga setempat, sepuluh pasien tersebut satu per satu keluar dari pintu hotel yang tidak terjaga oleh tim petugas, mereka leluasa keluar hingga sampai ke jalan raya, namun petugas dari Satuan Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Malut langsung menghalau mereka saat berada di jalan raya.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Malut mencatat, saat ini pasien sembuh COVID-19 mencapai delapan orang, tiga orang meninggal COVID-19 yakni kasus 58 (RMN) meninggal pada 30 April 2020 di Halmahera Selatan, kasus 76 (AH) meninggal 12 Mei 2020 di Kota Ternate dan (YN) kasus 61 meninggal 13 Mei 2020 di Halmahera Utara.

Dia menyatakan, telah menerima hasil specimen dari laboratorium Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) Manado dan 23 orang terkonfirmasi positif sehingga Malut miliki 77 pasien COVID-19.

Baca juga: Pesawat Hercules angkut bantuan alkes dan APD untuk Maluku Utara
Baca juga: OTG istri-anak pasien positif COVID-19 dievakuasi ke RSUD Ternate
Baca juga: Di Tidores-Malut, satu jenazah dimakamkan menggunakan protap COVID-19


 

Pewarta: Abdul Fatah
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Polda Malut bersama komunitas jurnalis TV sosialisasi 3M

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar