Lima cara temukan gaya belajar anak agar hasil studi maksimal

Lima cara temukan gaya belajar anak agar hasil studi maksimal

Seorang ibu mendampingi anaknya belajar dengan metode dalam jaringan atau secara online karena belajar di sekolah ditiadakan selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Pekanbaru, Riau, bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional, Sabtu (2/5/2020). ANTARA FOTO/FB Anggoro/hp.

Jakarta (ANTARA) - Masing-masing anak memiliki gaya belajar yang berbeda dan ini perlu orang tua ketahui agar bisa membantu sang buah hati mendapatkan hasil belajar yang maksimal.

Psikolog Jovita Ferliana mengatakan ada sejumlah cara yang orang tua lakukan, salah satunya memperhatikan kebiasaan anak sehari-hari.

"Misalnya lebih banyak melihat, bergerak, mendengar atau membaca. Ada juga anak yang gaya belajarnya kombinasi, tetapi lihat mana yang mendominasi," ujar dia dalam Virtual Media Gathering Sampoerna Academy, Rabu.

Setidaknya ada empat gaya belajar anak yang perlu orang tua tahu, yakni visual yakni lebih banyak memahami informasi dari gambar, warna dan sebagainya, lalu auditory yang lebih mengandalkan indera pendengaran dalam proses belajar.

Lalu read atau anak lebih mudah memahami informasi jika membaca dan gaya terakhir, kinestetik yakni anak lebih cenderung melakukan secara langsung apa yang dia pelajari.

"Lihat mana yang mendominasi. Sebenarnya dalam diri anak punya keempatnya (gaya belajar)," kata Jovita.

Cara lain untuk mengenali gaya belajar anak, memberikan mereka tugas. Misalnya tugas merakit mobil. Anak gaya visual akan mulai melihat gambar utuh baru merakit, di sisi lain anak tipe read akan membaca petunjuk lalu merakit.

Sementara tipe auditory akan mendengarkan tutorial merakit terlebih dulu. Tipe belajar anak terakhir, kinestetik, cenderung langsung merakit tanpa membaca petunjuk atau gambar yang ada.

Selain itu, perhatikan gangguan di sekitar anak. Anak yang gaya belajarnya auditory akan terganggu jika mendengar suara-suara seperti hewan atau lainnya saat belajar. Di sisi lain, anak dengan gaya belajar kinestetik cenderung tertekan pada gaya belajar yang tenang.

Cara keempat, yakni mendampingi anak selama sesi belajar dan terakhir, orang tua harus berkomunikasi dengan guru untuk membantu mendapatkan gambaran gaya belajar yang tepat untuk anak.

"Komunikasi dengan guru karena mereka yang mengobservasi belajar anak di sekolah," demikian kata Jovita.



Baca juga: Tips belajar di rumah pakai Google Earth

Baca juga: Tompi bagikan tips belajar bahasa Inggris

Baca juga: Tips belajar ala Iqbaal "Dilan": banyak bertanya

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2020

KPAI catat 246 keluhan siswa atas tugas selama PJJ

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar