Dolar AS jatuh, tertekan kenaikan sentimen risiko dan penguatan euro

Dolar AS jatuh, tertekan kenaikan sentimen risiko dan penguatan euro

Ilustrasi Dolar AS dan Euro. ANTARA/REUTERS/Dado Ruvic/pri.

Kami memperkirakan volatilitas euro/dolar AS akan tetap didukung dengan baik dalam beberapa bulan mendatang
New York (ANTARA) - Dolar AS jatuh terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), ketika euro terus menguat di topang harapan dana pemulihan virus corona 750 miliar euro (672 miliar pound) di tengah meningkatnya selera risiko yang mendorong investor memilih aset-aset berisiko.

Euro terakhir diperdagangkan 0,57 persen lebih tinggi terhadap greenback di 1,1066, sesi kenaikan ketiga berturut-turut. Mata uang tunggal telah menguat 1,6 persen selama tiga sesi terakhir.

Eksekutif Uni Eropa meluncurkan rencana pada Rabu (27/5) untuk mendukung ekonomi yang terpukul oleh pandemi, berharap untuk mengakhiri berbulan-bulan pertengkaran tentang bagaimana cara mendanai pemulihan.

Aksi harga euro terus didorong oleh sentimen risiko global, bahkan ketika para pelaku pasar tetap sangat skeptis bahwa proposal dana pemulihan Uni Eropa akan menavigasi birokrasi tanpa cedera, kata Simon Harvey, analis valas di Monex Eropa.

"Kami memperkirakan volatilitas euro/dolar AS akan tetap didukung dengan baik dalam beberapa bulan mendatang," kata Harvey.

Baca juga: Dolar AS menguat di tengah sentimen penghindaran risiko

Semalam alat ukur volatilitas tersirat naik mencapai tertinggi satu bulan di atas delapan persen, menunjukkan investor siap untuk langkah tak terduga dalam mata uang bersama.

"Rencana Komisi itu bagus, tetapi pertemuan para pemimpin pada 18-19 Juni akan menjadi kunci untuk menentukan apakah ada kemauan politik untuk bergerak maju dengannya," Nicola Mai, pemimpin analis riset kredit Eropa di PIMCO, mengatakan kepada Forum Pasar Global Reuters.

Dolar, yang biasanya menarik arus safe-haven di saat ketidakpastian ekonomi, menemukan sedikit dukungan pada Kamis (28/5) setelah Departemen Tenaga Kerja melaporkan 2,1 juta orang mengajukan tunjangan pengangguran pada pekan yang berakhir 23 Mei, turun 323.000 dari minggu sebelumnya.

"Ini masih jumlah yang sangat besar, tetapi jika jumlah orang yang terus mengajukan tunjangan pengangguran menurun maka ini harus dilihat sebagai positif bagi perekonomian," kata Chris Zaccarelli, kepala investasi di Independent Advisor Alliance.

Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,37 persen pada 98,546, terlemah dalam hampir dua bulan.

Pound pulih sebagian dari penurunan tajam sesi sebelumnya terhadap dolar setelah laporan Rabu (27/5) bahwa pembicaraan Brexit menemui jalan buntu.

Baca juga: Dolar AS tergelincir, permintaan mata uang aman tertekan

Baca juga: Dolar AS sedikit melemah ketika sebagian besar pasar keuangan tutup

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar