Muara Teweh (ANTARA News) - Mantan petinju nasional junior asal Kabupaten Barito Utara (Barut) Kalimantan Tengah, Taufik Mas (25) ditemukan tewas gantung diri di kediamannya pada Selasa (25/8) sekitar pukul 15.30 WIB.

Tubuh korban yang berkerja sebagai tenaga honor pada Dinas Pendidikan Barut itu ditemukan menggantung di selasar (beranda) dapur rumahnya di Kelurahan Jingah, Kecamatan Teweh Tengah.

Informasi yang dihimpun menyebutkan pria yang punya anak dua itu ditemukan warga sudah tak bernyawa, yang pertama kali diketahui tetangga di samping rumahnya.

"Korban tewas menggantung tanpa baju. Dia hanya mengenakan celana levis setengah lutut. Posisinya berdiri di atas sebuah drum bercat warna putih," kata seorang perempuan tetangga rumahnya.

Saat itu juga tetangga lainnya menghubungi pihak kepolisian mengamankan lokasi kejadian dan memasang tanda larangan di rumah petinju punya tinggi badan hanya 158 cm dan sering mengharumkan nama Kabupaten Barito Utara dan Kalteng.

"Dia sendirian di rumah. Istri dan kedua anaknya saat ini sedang pulang kampung ke Palangka Raya. Aku kaget mendengarnya, padahal kemarin sore korban masih sempat berkunjung ke salon saya, minta dipotong rambutnya," kata Daya, salah seorang kerabat korban.

Hingga saat ini polisi dan petugas medis masih melakukan visum dan penyelidikan, terkait tewasnya sang petinju yang bercita-cita ingin diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS) ini.

Sementara mantan Kepala Dinas Pendidikan Barut Suharto mengatakan sejumlah prestasi yang berhasil diraih korban antara lain, pernah tiga kali juara nasional tinju junior. Semua diraihnya pada tahun 1995 dan 1996.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2009