Kupang (ANTARA News) - Lahan persawahan seluas 125 hektare milik petani di Desa Oli`o, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), terserang hama ulat pada batang padi, sehingga padi milik masyarakat terancam gagal panen.

"Kemungkinan besar sawah milik masyarakat di sini pada musim tanam ini akan gagal panen akibat hama ulat tersebut," kata salah seorang petani, Maksen Benyamin di Kupang, Selasa.

Akibat hama yang menyerang lahan persawahan tersebut, kata Maksen, para petani di sini akan mengalami kerugian yang cukup besar.

"Jika terjadi gagal panen, kerugian yang akan dialami ditaksir mencapai Rp10 juta, karena untuk bajak sawah kita harus menyewa `hand tractor`," katanya.

Maksen mengaku, dirinya juga telah mengeluarkan sejumlah dana untuk membeli pestisida guna membasmi hama yang menyerang padi miliknya, namun pestisida yang digunakan tidak mampu memberantas hama tersebut.

"Saya sudah mencoba dengan berbagai cara, termasuk membeli pestisida untuk menyemprot hama tersebut, namun tidak mempan," katanya.

Karena itu, Maksen berharap Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) yang ada di Kecamatan Kupang Timur bisa turun ke lokasi untuk mengecek jenis hama yang menyerang padi tersebut.

"Sampai saat ini belum ada PPL yang turun ke lokasi guna membantu petani mengatasi masalah tersebut," katanya.

Dia juga meminta agar pemerintah daerah dapat membantu petani dengan memberikan bantuan pestisida guna mengatasi hama ulat tersebut, sehingga musim tanam tahun ini masyarakat petani dapat memanen.

"Kita tetap berharap agar tahun ini dapat memanen, walaupun tidak semua lahan garapan yang akan di panen," katanya.(*)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2009