Bekasi (ANTARA News) - Pembentukan BUMD Migas di Kota Bekasi harus dengan semangat untuk mengelola potensi bahan galian A yang ada di daerah itu sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan bukan malah jadi "sapi perahan" eksekutif.

"Dalam banyak kasus pembentukan BUMD di daerah justru malah menjadi beban akibat terus menerus disubsidi, disisi lain ada birokrat yang menikmati keuntungan dari usaha tersebut," ujar Tedi, seorang pemerhati lingkungan di Kota Bekasi, Kamis.

Sebelum dibentuk BUMD migas, menurut dia perlu dikaji besarnya cadangan ataupun potensi migas yang dimiliki, kemampuan SDM pengelolanya serta pemasarannya.

Ia menilai, pengelolaan migas jauh lebih rumit dan sarat teknologi, sementara untuk usaha seperti air minum saja PDAM Kota Bekasi belum mampu berkontribusi bagi APBD.

Kegiatan eksplorasi dan eksploitasi migas sangat berpotensi merusak lingkungan apalagi penambangan dilakukan dengan cara-cara tidak benar.

"Akan lebih baik dilakukan pengkajian mendalam dan bila perlu melakukan dengar pendapat dari pelaku usaha Migas. Kalau memang sudah jelas teknologi, pemasaran dan keuntungannya barulan BUMD itu dibentuk," ujarnya.

Sekretaris kota Bekasi, Tjandra Utama Effendi, mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan bahan pembentukan BUMD beserta peraturan daerahnya serta dimintakan pengesahannya ke DPRD setempat.

"Kita sebenarnya sudah mulai mengajukan pembentukan BUMD migas tersebut, namun di tingkat dewan menilai masih ada berbagai data yang dibutuhkan dewan sebelum mensahkan," ujarnya.

Pembentukan BUMD migas dinilai perlu dilakukan mengingat kebutuhan dan potensi migas cukup besar dimiliki kota Bekasi.

Ia berharap sampai akhir 2009 keberadaan BUMD tersebut sudah bisa terwujud dan setelah itu akan disiapkan direksi yang bisa mengelola secara profesional.

Sebelumnya Pemkot Bekasi juga akan membentuk BUMD dibidang persampahan namun akibat proses yang berlarut-larut BUMD itu batal dibentuk setelah pengeloaan sampah di Bantar Gebang diserahkan kepihak ketiga yaitu PT Godang Tua Jaya dan Navigatt.

Begitu juga dengan pengolahan limbah sampah menjadi gas metan ramah lingkungan sudah ditunjuk PT Ikoko Kogya Indonesia membangun industrinya hingga tidak ada bagian pekerjaan yang bisa dilakukan BUMD tersebut.(*)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2009