Aplikasi iWatch Dallas "down" usai dibanjiri video K-pop

Aplikasi iWatch Dallas "down" usai dibanjiri video K-pop

Pengunjuk rasa memprotes kematian George Floyd di tahanan polisi Minneapolis AS, di samping kedutaan AS di Paris, Prancis, 1 Juni 2020. ANTARA FOTO/REUTERS / Christian Hartmann/aww.

Jakarta (ANTARA) - Aplikasi Kepolisian Dallas, iWatch Dallas mengalami "down" setelah dibanjiri kiriman video K-Pop oleh fans. Departemen Kepolisian Dallas mencuit di Twitter kalau aplikasi itu down sementara waktu.

Aplikasi iWatch yang tersedia baik di Google Play dan App Store mendapat rating satu bintang dengan berbagai review, paling banyak menulis Black Lives Matters, dan singkatan ACAB.

Buzzfeed News melaporkan bahwa belum jelas apakah traffic gerakan viral yang membuat aplikasi itu down, atau polisi memang menutup aplikasi itu.

Baca juga: Kritikan Hamilton kepada Formula 1 soal kematian George Flyod

Baca juga: Lady Gaga tunda perayaan album "Chromatica" akibat peristiwa Minnesota


Protes yang terjadi di Kota New York, Minneapolis, Atlanta, Dallas, Oakland, Los Angeles, Washington, Seattle, dan kota-kota lain telah mengakibatkan penangkapan terhadap pengunjuk rasa dan pers.

Ketika gelombang pengunjuk rasa kian besar, beberapa orang membuat aplikasi dan program yang memungkinkan gambar dan video untuk dibagikan sambil juga mengambil langkah-langkah untuk melindungi individu dari dox-ing (mempublikasikan data informasi pribadi tanpa persetujuan sang pemilik tujuannya untuk balas dendam atau mempermalukan seseorang) dan tindakan pembalasan lainnya.

Salah satunya, mengorek metadata dari gambar dan memungkinkan pemburaman selektif dan memotong bagian gambar untuk melindungi identitas pengunjuk rasa dari berbagai taktik pengawasan yang mungkin digunakan penegak hukum, The Verge dikutip Senin.

Baca juga: Playlist Spotify hening 8 menit 46 detik kenang George Floyd

Baca juga: Facebook dan Snapchat kecam ketidaksetaraan ras usai kematian Floyd

Baca juga: Halsey tertembak peluru karet saat aksi George Floyd

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Melihat Santorini Korea di Desa Gamcheon-Busan

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar