Jakarta (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Senin siang akan mencanangkan program arsip masuk desa untuk meningkatkan kemampuan menyimpan dan memelihara dokumen baik yang memiliki nilai sejarah maupun terkait pelaksanaan pemerintahan.

Presiden akan mencanangkan program tersebut di sela-sela peresmian diorama sejarah perjalanan bangsa yang berada di Gedung Arsip Nasional RI di Jalan Ampera Jakarta Selatan.

Pencanangan program itu akan dilakukan secara simbolis melalui penyerahan komputer jinjing kepada lima Kepala Desa mewakili 33 desa di 33 Provinsi.

Program itu merupakan sistem informasi pengelolaan arsip pedesaan yang merupakan struktur pemerintahan paling bawah. Struktur pemerintahan yang paling bawah ini diharapkan mampu menjadi ujung tombak tertib pengelolaan arsip pemerintahan.

Arsip-arsip tersebut antara lain arsip pertanahan, arsip akte kelahiran, arsip data kependudukan, arsip penerima bantuan langsung tunai, arsip daftar pemilih tetap.

Sementara itu diorama yang diresmikan Presiden akan memberikan pengetahuan pada masyarakat tentang sejarah bangsa sekaligus memberitahukan pada masyarakat arsip apa saja yang tersimpan di ANRI.

Arsip-arsip tersebut oleh masyarakat dapat dimanfaatkan untuk kepentingan penelitian dan juga pengembangan sektor-sektor untuk kesejahteraan rakyat.

Dalam kesempatan itu Kepala Negara didampingi oleh Ibu Ani Yudhoyono, sejumlah menteri kabinet Indonesia Bersatu dan pejabat negara lainnya. (*)

Pewarta:
Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2009