Begini pola belanja generasi milenial selama pandemi COVID-19

Begini pola belanja generasi milenial selama pandemi COVID-19

Petugas memilah paket kiriman barang di Kantor Pos, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Jumat (17/4/2020). Di masa penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), volume pengiriman paket pos khusus belanja daring mengalami kenaikan rata-rata 10 persen dari biasanya. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/aww.

Sebanyak 54 dari 100 responden generasi milenial yang berbelanja online selama pandemi COVID-19 adalah perempuan
Jakarta (ANTARA) - Hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan pola belanja generasi milenial lebih banyak dilakukan dalam jaringan karena mengikuti anjuran pemerintah untuk tetap di rumah selama pandemi COVID-19.

BPS dalam survei sosial demografi dampak COVID-19 dikutip di Jakarta, Rabu, mendapatkan hasil bahwa milenial perempuan lebih banyak berbelanja dalam jaringan (daring/online) dibandingkan laki-laki milenial.

“Sebanyak 54 dari 100 responden generasi milenial yang berbelanja online selama pandemi COVID-19 adalah perempuan,” tulis BPS dalam keterangan resminya.

Hasil survei juga menunjukkan generasi milenial perempuan memilih tetap tinggal di rumah sebanyak 45 persen dengan alasan menjaga kesehatan diri dan keluarga. Sehingga kaum hawa milenial ini lebih banyak memilih berbelanja daring dibandingkan kaum adam milenial.

Sedangkan secara kuantitas belanja daring selama pandemi, generasi milenial juga mendominasi dibandingkan generasi baby boomers atau generasi yang lahir dari tahun 1945 hingga 1965, meski generasi senior ini respondennya lebih banyak.

Namun, BPS tidak mengungkapkan dalam survei ini, berapa besaran kuantitas belanja daring yang dilakukan generasi milenial selama masa pandemi COVID-19.

Sementara itu, secara umum belanja daring menjadi tren ketika pandemi COVID-19, ditunjukkan dengan peningkatan aktivitas belanja daring sebesar 31 persen, sebanyak 28 persen mengalami penurunan belanja daring dan sisanya tetap.

Penurunan belanja daring itu disebabkan karena penurunan pendapatan dampak wabah virus corona.

Untuk belanja daring, survei BPS menyebutkan sebanyak 51 persen dibelanjakan untuk bahan makanan, kesehatan (20 persen), pulsa atau paket data (14 persen), sisanya makanan minuman jadi dan belanja listrik.

“Dengan berkumpulnya keluarga di rumah, tingkat belanja makanan baik bahan mentah maupun makanan siap konsumsi menjadi lebih tinggi,” demikian keterangan BPS.

Baca juga: Generasi milenial gunakan Twitter untuk cari info produk
Baca juga: Menparekraf ajak milenial-generasi Z optimis hadapi pandemi COVID-19
Baca juga: Generasi milenial disarankan nabung untuk dana darurat sejak dini


Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Faisal Yunianto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

2020, pengembang properti sasar generasi milenial

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar