Kaltim salurkan BLT Dana Desa kepada 53.723 keluarga terdampak corona

Kaltim salurkan BLT Dana Desa kepada 53.723 keluarga terdampak corona

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Pemprov Kaltim M. Jauhar Efendi. (ANTARA/Arumanto)

prioritas penggunaan Dana Desa mengamanatkan tiga sektor, yakni pembangunan melalui padat karya tunai desa, BLT (Dana, red.) Desa dan kegiatan desa melawan COVID-19
Samarinda (ANTARA) - Penyaluran program Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa telah dilakukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur kepada 53.723 kepala keluarga guna mengatasi dampak pandemi virus corona baru (COVID-10) di daerah itu.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Pemerintah Provinsi Kaltim M. Jauhar Efendi mengatakan bantuan tersebut disalurkan secara bertahap kepada delapan di antara 10 kabupaten/kota di wilayah itu.

"Berdasarkan data yang kita himpun, BLT (Dana, red.) Desa sudah tersalur ke 53.723 KK," katanya pada diskusi forum pemimpin redaksi (pemred) media massa Kaltim secara virtual di Samarinda, Rabu (3/6).

Ia menjelaskan bantuan tahap pertama sudah disalurkan kepada 713 desa di antara 841 desa se-Kaltim senilai Rp32, 233 miliar, tahap kedua kepada 207 desa senilai Rp7,852 miliar, dan tahap ketika kepada empat desa senilai Rp54 juta.

Ia mengatakan penyaluran paling banyak secara tunai sekitar 53.095 KK dan sisanya 628 KK melalui bank atau nontunai.

Baca juga: Mendes ingatkan pejabat untuk tak coba-coba potong dana BLT

Dilihat data per kabupaten, penyaluran terbanyak di Kabupaten Kutai Barat yakni tahap pertama 184 di antara 190 desa, tahap kedua 162 desa, dan tahap ketika atau satu-satunya kabupaten yang sudah menyalurkan BLT Dana Desa tahap ketiga.

Kondisi itu, lanjut Jauhar, berbanding terbalik dengan Kabupaten Mahakam Ulu (daerah otonom baru) pemekaran Kutai Barat. Dari 50 desa tercatat baru sembilan desa yang sudah menyalurkan BLT Dana Desa tahap pertama, sedangkan selebihnya masih belum tersalurkan.

Ia menyebut penyaluran BLT merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan perputaran ekonomi desa yang melemah selama COVID-19.

"Sesuai amanah permendes prioritas penggunaan Dana Desa mengamanatkan tiga sektor, yakni pembangunan melalui padat karya tunai desa, BLT (Dana, red.) Desa dan kegiatan desa melawan COVID-19," katanya.

Baca juga: Dua kampung di Sangihe sudah salurkan BLT DD tahap ketiga
Baca juga: Penyaluran BLT Dana Desa jangan secara rapel


Pewarta: Arumanto
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Dinilai tidak transparan salurkan BLT, warga sambangi kantor desa

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar