Indramayu (ANTARA News) - Para pemudik dari Jakarta masih memadatai sepanjang jalur pantura Indramayu, Jawa Barat dengan kendaraan, baik motor, mobil pribadi serta bus rombongan, Minggu dini hari.

Kendaraan terjadi dini hari, menjelang sore mereka mulai merayap dan puncaknya tengah malam hingga saat ini, mungkin arus mudik akan terus bertambah pada siang hari karena ada informasi bahwa lebaran Minggu," kata Danpos jalur pantura, AKP Gustap kepada wartawan di Indramayu, Sabtu.

Dia mengatakan, malan ini merupakan puncak arus mudik, namun di jalur pantura Indramayu, sarana jalan sudah nyaman dan aman, selain jalan tersebut lebar juga layak dilintasi sehingga kecelakaan lalu lintas pada tahun 2009 berkurang.

"Kendaraan yang mendominasi setiap detik sepeda motor, namun kendaraan pribadi terlihat meningkat dibandingkan Sabtu pagi, untuk bajaj tahun sekarang jumlahnya bertambah, sedangkan bus rombongan berkurang juga bus umum," katanya.

"Kami di pospam lebaran terus memantau keadaan di jalan juga jumlah kendaraan yang masuk, sehingga informasi di kota Cirebon bisa diterima, kami juga terus berkomunikasi dengan peugas di perbatasan Subang, hal tersebut penting untuk mengarahkan pemudik," katanya.

"Kami akan memberikan pelayanan terbaik kepada pemudik, keselamatan pemudik kebahagian kami, saat ini kecelakaan jauh bila dibandingkan pada mudik 2008, selain faktor jalan yang sudah layak pakai juga pengendara sepeda motor mulai ada perubahan disiplin," katanya.

Sementara itu, pemudik berkendaraan bajaj berhenti di warung dadakan untuk menghilangkan lelah selama di perjalanan, sopir bajaj rata-rata dari kota Tegal, Jawa Tengah.

"Mudik dengan bajaj keluarga bisa terangkut semua, dari pada sepeda motor kena angin, kalau bajaj tidak karena tetutup, penumpang bisa lima orang sedangkan motor hanya dua orang," kata Warsito supir bajaj asal Tegal, Sabtu.

Ia menambahkan, bahan bakar yang digunakan tidak jauh beda dengan sepeda motor, namun kecepatannya kurang, biar lambat asal selamat, saya setiap tahun mudik pakai bajaj.

Bajaj melintas di jalan pantura setiap hari kurang dari 200 unit, kemungkinan pada puncaknya akan terus bertambah, karena menurut informasi dari sopir bajaj tersebut masih banyak rekan bajaj belum mudik.(*)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2009