BCA yakini normal baru geser fungsi kantor cabang

BCA yakini normal baru geser fungsi kantor cabang

Dokumentasi - Pengunjung mencoba produk perbankan digital yang ada di BCA Expoversary 2020 di Indonesia Convention Exebation, Tangerang, Banten, Jumat (21/2/2020). ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/hp.

Teller dan customer service itu lama-lama hilang, back office sekarang pun hilang. Ini jumlah orang di cabang akan sedikit.
Jakarta (ANTARA) - Bank Central Asia (BCA) menyakini normal baru setelah pandemi COVID-19 menggeser fungsi kantor cabang karena layanan akan mengarah digital dan mengurangi keterlibatan manusia.

“Bank akan selalu mengikuti keinginan dan kebutuhan nasabah,” kata Wakil Presiden Direktur BCA Suwignyo Budiman dalam webinar terkait inovasi layanan keuangan saat new normal di Jakarta, Senin.

Menurut dia, perbankan akan menyesuaikan dengan normal baru di antaranya dengan menyediakan alat untuk layanan tarik dan setor berkapasitas besar melalui mesin seperti anjungan tunai mandiri (ATM).

Baca juga: Indef: Bank dan "fintech lending" banyak berkolaborasi saat ini

Meski mengarah kantor cabang digital, namun peran manusia tetap dibutuhkan namun jumlahnya akan lebih sedikit.

“Teller dan customer service itu lama-lama hilang, back office sekarang pun hilang. Ini jumlah orang di cabang akan sedikit,” katanya.

Meski memasuki normal baru, lanjut dia, tidak serta merta menghilangkan keberadaan kantor cabang karena untuk transaksi tertentu masih membutuhkan tangan-tangan manusia.

Misalnya, untuk layanan setor dan tarik uang serta layanan kredit dengan jumlah yang besar di atas Rp50 juta masih akan melalui petugas bank.

Baca juga: Indef: Bank yang berekosistem berpeluang besar bertahan ke depannya

Lain halnya jika tarik dan setor dalam nominal Rp1-2 juta, kata dia, masih akan menggunakan layanan di ATM atau meminjam uang dalam nominal sedikit tanpa agunan, layanan perusahaan keuangan digital masih bisa diakses.

“Tapi kalau perusahaan pinjam uang itu kolateralnya bagaimana, negosiasi, diskusi bentuk pinjaman seperti apa, keperluan apa, cashflownya dan informasi keuangan itu perlu didiskusikan, face to face di cabang,” katanya.

Bank swasta nasional ini mencatat saat ini sebanyak 45 persen transaksi nasabah dilakukan menggunakan telepon seluler atau mobile banking.

Untuk transaksi di kantor cabang, kata dia, saat ini hanya mencapai 1,5 persen dari total transaksi keuangan.

Meski transaksi di cabang menurun drastis, namun volume transaksi keuangan di cabang masih besar yakni 50 persen dari total nilai rupiah di bank tersebut.

Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Tidak mengembalikan uang salah transfer dari bank bisa dipidana

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar