Barcelona (ANTARA News) - Lionel Messi dan pemain cadangan Pedro menyarangkan bola pada masing-masing babak untuk memberi Barcelona kemenangan 2-0 atas Dynamo Kiev, Selasa, dan menempatkan tim pemegang gelar itu di puncak Grup F Liga Champions.

Dynamo yang tampak percaya diri memberi banyak tekanan ke gawang tim tuan rumah pada babak awal di Nou Camp yang padat tetapi Messi lah yang membuka skor pada menit ke-25.

Pemain depan Argentina itu, pencetak gol terbanyak pada kompetisi musim lalu, dengan gerakan cepat masuk dari sayap kanan dan menyarangkan tembakan rendah dengan tenaga yang cukup untuk memperdaya Olexandr Shovkovskiy di gawangnya.

Barca menambah tekanan setelah gol tersebut dan Shovkovskiy harus berlari kencang keluar garis golnya untuk mengelakkan usaha Zlatan Ibrahimovic setelah umpan Xavi mengirim striker Swedia itu leluasa.

Penjaga gawang Dynamo bereaksi secara luar biasa untuk menjauhkan tendangan pertama Xavi lima menit sebelum jeda pertandingan dan Messi, Ibrahimovic serta Daniel Alves semuanya hampir menggandakan keunggulan.

Dominasi Barca berlanjut untuk menekan ke depan pada babak kedua dan Ibrahimovic yang lincah seharusnya bisa melakukan lebih baik dari sekedar menyundul umpan Xavi yang lurus menuju lengan Shovkovskiy.

Ia memperbaiki kekeliruannya pada menit ke-76 ketika ia melepas Pedro, yang menggantikan Andres Iniesta saat jeda pertandingan, dan pemain berusia 22 tahun itu mengirim tendangan cermat ke dalam sudut kiri bawah gawang.

Kemenangan tersebut menempatkan Barca di puncak Grup F dengan empat poin dari dua pertandingan setelah 10 pemain Inter Milan ditahan imbang 1-1 oleh Rubin Kazan pada hari yang sama. Dynamo di tempat kedua dengan tiga poin dan Inter di posisi ketiga dengan dua angka.

Grup mengerikan
Pelatih Barca Pep Guardiola "angkat topi" atas penampilan bertahan yang luar biasa dari kapten Carles Puyol dan mengatakan tiga poin lagi di kandang melawan Rubin bulan depan akan menjadi langkah signifikan untuk lolos ke fase sistem gugur.

"Hebat bisa berada di posisi teratas karena grup ini mengerikan dan kami sungguh mendapat sial dengan undian tersebut," katanya dalam konferensi pers.

"Statistik menunjukkan bahwa sang juara tidak pernah menang duakali berturut-turut," tambahnya.

Striker Dynamo Andriy Shevchenko, kembali ke klub asalnya setelah bermain di Italia dan Inggris, mencetak hat-trick pada babak pertama saat timnya membabat Barca 4-0 di Nou Camp pada musim 1997-98 tetapi itu tidak terulang pada Selasa.

Mantan pemain AC Milan dan Chelsea, yang merayakan ulangtahun ke-33-nya, melakukan satu tembakan yang melewati mistar gawang pada babak awal namun susah payah sendiri di lini depan hampir sepanjang pertandingan.

Pelatih Dynamo Valery Gazzayev mengatakan timnya telah berusaha untuk menahan Barca melalui serangan balik tetapi strategi itu gagal.

"Kami kalah pada pertandingan ini tetapi saya harus mengakui bahwa mereka tim yang sangat bagus," katanya dalam konferensi pers.(*)

Pewarta:
Editor: Aditia Maruli Radja
Copyright © ANTARA 2009