Dinas Kebudayaan Sleman susun SOP atraksi budaya normal baru

Dinas Kebudayaan Sleman susun SOP atraksi budaya normal baru

Sejumlah penari menampilkan tarian pada Sendratari Carica yang digelar pada Atraksi Budaya Jawa Tengah 2020 di Alun-Alun Kabupaten Wonosobo, Minggu (16/2). (ANTARA/Wisnu Adhi)

Selama pandemi COVID-19 nyaris tidak ada kegiatan atraksi seni dan budaya
Sleman (ANTARA) - Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta sedang merampungkan standar operasional prosedur (SOP) atraksi budaya pada fase normal baru untuk memberikan ruang bagi para pelaku seni budaya dalam menampilkan karya.

"Selain itu agar masyarakat tetap dapat menikmati atraksi-atraksi budaya yang banyak terdapat di Sleman," kata Sekretaris Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman Edy Winarya di Sleman, Sabtu.

Menurut dia, kegiatan atraksi seni dan budaya yang ditampilkan ke khalayak di era normal baru harus memenuhi SOP protokol kesehatan, sehingga harus ada standar SOP kegiatan seni dan budaya selama pandemi COVID-19.

"Selama pandemi COVID-19 nyaris tidak ada kegiatan atraksi seni dan budaya yang dilakukan di hadapan khalayak. Begitu juga dengan kegiatan yang didanai oleh Dana Keistimewaan (Danais)," katanya.

Ia mengatakan, saat ini, Disbud sedang menyusun SOP new normal untuk mengakomodasi kegiatan atraksi seni dan budaya di masyarakat. "Sesuai kesepakan diinternal Pemkab Sleman, SOP tersebut harus sudah disusun pada akhir Juni," katanya.

Baca juga: Kemendikbud: Pertunjukan budaya via daring perkuat pembelajaran daring

Baca juga: Pemerintah siapkan langkah bantu pekerja seni terdampak pandemi corona


Edy mengatakan, kegiatan Disbud Sleman yang digelar harus dan wajib memenuhi protokol kesehatan. SOP tersebut akan menjadi pedoman bagi semua kegiatan kebudayaan baik yang didanai oleh APBD maupun oleh Danais.

"Saat ini Danais dalam tahapan redesain. Kami menunggu arahan dari Paniradyo," katanya.

Kepala Disbud Sleman Aji Wulantara mengatakan jika beberapa kegiatan selama masa pandemi COVID-19 dikemas dalam bentuk daring untuk memperhatikan protokol kesehatan yang telah ditentukan pemerintah.

Misalnya yang telah dilaksanakan pada minggu lalu yakni dengan menayangkan pertunjukan budaya "Milenial Gandrung Wayang" secara daring melalui kanal Yotube Disbud Sleman.

"Meskipun tidak terkait langsung dengan penanganan COVID-19, kami berupaya memberikan kontribusi nyata dalam membantu menciptakan suasana yang kondusif di lingkungan masyarakat," katanya.

Baca juga: Kemendikbud selenggarakan 89 pertunjukan daring selama pandemi

Pewarta: Victorianus Sat Pranyoto
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Festival Asia Afrika berlangsung meriah

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar