Titimangsa Olahraga

44 tahun silam, penalti Panenka lahir berbuah trofi Euro Cekoslowakia

Oleh Gilang Galiartha

44 tahun silam, penalti Panenka lahir berbuah trofi Euro Cekoslowakia

Tangkapan layar ketika gelandang Cekoslowakia Antonin Panenka mengeksekusi teknik penalti khasnya dalam adu penalti final Euro 1976 menghadapi Jerman Barat di Stadion Red Star, Belgrade, Yugoslavia (kini Serbia), pada 20 Juni 1976. (ANTARA/YouTube@UEFA)

Saya melatihnya selama dua tahun sebelum Euro 1976
Jakarta (ANTARA) - Hari ini, 44 tahun silam, Cekoslowakia menghadapi juara bertahan Jerman Barat dalam partai final Euro 1976 di Stadion Red Star, Belgrade, Yugoslavia.

Cekoslowakia --kini terpecah menjadi Republik Ceko dan Slowakia-- memulai pertandingan lebih baik dibandingkan kubu juara bertahan, demikian arsip laporan pertandingan yang ada di laman resmi UEFA.

Bek legendaris Jerman, Berti Vogts melakukan umpan blunder di area pertahanannya sendiri memaksa kiper Sepp Maier menghalau tembakan Koloman Gogh.

Akan tetapi bola masih hidup dan Zdenek Nehoda mengirimkan umpan silang dari sisi kanan untuk diselesaikan oleh Jan Svehlik demi membuka keunggulan Cekoslowakia, hanya delapan menit setelah pertandingan berlangsung.

Baca juga: Kisah trofi Eropa pertama dan terakhir klub Yugoslavia 29 tahun silam

Keunggulan itu digandakan oleh Cekoslowakia pada menit ke-25 dalam situasi bola mati. Tendangan bebas Marian Masny berusaha disapu oleh kapten Jerman Barat Franz Beckenbauer, tetapi bola berhasil disambut oleh Karol Dobias yang melepaskan tembakan mendatar untuk menaklukkan Maier.

Tiga menit berselang, Jerman Barat memperkecil ketertinggalan mereka saat umpan silan Rainer Bonhof disambut tendangan akrobatik Dieter Mueller, yang bebas tak terkawal di muka gawang.

Pertandingan selanjutnya diwarnai setidaknya tiga penyelamatan gemilang kiper Cekoslowakia, Ivo Viktor, atas peluang Beckenbauer, tembakan Heinz Flohe dan tendangan bebas Bonhof, meski kemudian sang penjaga gawang melakukan kesalahan semenit jelang bubaran waktu normal.

Viktor tampak ragu-ragu ketika menyambut sepak pojok Bonhof dan kalah gesit merebut bola udara, yang akhirnya disundul Bernd Hoelzenbein di area tiang dekat, mengubah kedudukan menjadi 2-2 dan pertandingan harus dilanjutkan ke babak tambahan waktu.

Skor imbang tak berubah hingga babak tambahan rampung dimainkan dan untuk pertama kalinya jawara kejuaraan antarnegara Eropa itu ditentukan melalui adu penalti.

Baca juga: FC Magdeburg, secuil kisah sukses sepak bola Jerman Timur

Halaman selanjutnya: Tujuh penendang pertama...

Oleh Gilang Galiartha
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar