Poso (ANTARA News) - Lebih dari 300 aparat kepolisian yang diperbantukan di Poso dan di bawah kendali operasi (BKO) Polres Poso, Sulteng dalam beberapa tahun terakhir, segera ditarik ke kesatuannya masing-masing.

Mereka yang ditarik masing-masing berasal dari Polda Metro Jaya 42 orang, Polda Sulut 16, Polda Maluku Utara 3, Polda NTT 10, Polda Sulsel 42, Polda Jatim 53, Polda NTB 15, Polda Jabar 70, serta Polda Bali 46 orang.

Keterangan tersebut disampaikan Kapolres Poso AKBP Drs Adeni Mohan DP Senin, menjawab pertanyaan wartawan mengenai rencana penarikan personel polisi BKO yang sudah agak lama bertugas di wilayah bekas konflik itu.

"Mereka akan dikembalikan ke kesatuannya masing masing setelah bertugas di berbagai daerah di kabupaten ini," kata dia, sambil menyatakan bahwa personel yang ditarik nanti segera digantikan oleh polisi asal Polda Sulteng sendiri.

Di Kabupaten Poso masih terdapat 934 personel polisi BKO. Mereka sebelumnya disebarkan ke berbagai wilayah setempat untuk pengamanan pascakonflik kemanusiaan beberapa waktu lalu.

Menurut Kapolres Adeni Mohan, personel polisi yang ditarik tersebut merupakan penempatan oleh Mabes Polri beberapa waktu lalu dengan status sebagai BKO.

Penarikan direncanakan secara bertahap dalam tiga gelombang dan pada gelombang pertama yang mengembalikan 303 personel itu dimulai 7 Oktober mendatang.

"Situasi keamanan Poso yang sudah sangat kondusif, menjadi salah satu alasan penarikan personel tersebut," tuturnya.

Ia menambahkan, jumlah polisi yang bertugas di wilayah Poso ke depan akan disesuaikan dengan standar jumlah aparat yang ada di setiap Polres.

Para personel polisi BKO yang segera ditarik itu mulai bertugas di wilayah Poso sejak 22 Januari 2007, usai operasi penegakan hukum terkait perburuan sejumlah tersangka yang masuk dalam daftar pencarian (DPO) karena terlibat serangkaian kasus kekerasan di Poso dan Palu.

Selama bertugas di wilayah Poso, sebagian besar mereka bertugas di desa-desa sebagai "Polisi Masyarakat".

Menjawab pertanyaan, Kapolres Adeni Mohan mengatakan penarikan 631 personel polisi BKO yang masih tersisa akan menunggu keputusan lebih lanjut dari Mabes Polri.

"Yang pasti, saya sangat berterima kasih dengan kehadiran mereka, karena sudah bekerja keras membantu pemulihan keamanan di wilayah Poso, hingga tercipta situasi kondusif seperti yang telah dirasakan oleh masyarakat dewasa ini," katanya. (*)

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2009