Insya Allah, saya berjanji. Saya akan menginstruksikan agar dinas terkait dapat segera memperbaiki infrastruktur jalan menuju kawasan megalit. Ini janji
Palu (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura menyatakan komitmen untuk memperbaiki infrastruktur jalan menuju kawasan wisata megalitikum di Kabupaten Poso dalam upaya mendorong kemajuan pariwisata daerah itu sebagai Negeri Seribu Megalit.
 
"Insya Allah, saya berjanji. Saya akan menginstruksikan agar dinas terkait dapat segera memperbaiki infrastruktur jalan menuju kawasan megalit. Ini janji," kata Rusdy Mastura di Palu, Senin.

Dalam upaya memperkenalkan Sulteng sebagai Negeri Seribu Megalit, pihaknya akan segera menginstruksikan Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sulawesi Tengah untuk segera membuka akses jalan Lembah Napu - Lembah Behoa dan Lembah Behoa - Lembah Bada agar wilayah Lore menjadi kawasan destinasi wisata.
 
Selain itu, pihaknya akan menginstruksikan perbaikan jalan Lembah Napu Poso dan meningkatkan jalan Palu menuju Poso sehingga akses untuk menjangkau daerah tersebut menjadi lebih mudah.
 
"Saya akan menginstruksikan untuk memperbaiki jalan Napu Poso dan jalan Palu - Poso sehingga akses ke daerah Lore sebagai daerah wisata lebih mudah," kata dia.

Baca juga: Gubernur canangkan Sulteng Negeri Seribu Megalit

Baca juga: Gubernur: Negeri Seribu Megalit jadi ikon baru Sulteng
 
Ia juga menyatakan janji untuk menginstruksikan Dinas Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah agar segera mengusulkan situs-situs megalitikum itu sebagai warisan budaya dunia ke UNESCO.
 
Gubernur menerangkan berdasarkan data yang ada saat ini, terdapat 900 lebih megalit dalam berbagai bentuk dan ukuran yang tersebar di Lembah Napu dan Lembah Bada, Kabupaten Poso.

Ukuran batu tertinggi menyerupai manusia setinggi empat meter dengan lebar rata-rata 1,5 sampai 2,5 meter.
 
Hasil penelitian arkeologi menyebutkan megalit tersebut diperkirakan berasal dari 3.000 tahun sebelum Masehi dan yang termuda dibuat sekitar 1.300 tahun sebelum Masehi. Bentuk batu tersebut beragam antara lain berupa patung arca, kalamba, tutu'na dan dakon.

Oleh karena itu, Mastura mengajak seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Lore agar saling bergotong royong dalam mempromosikan kawasan megalitikum untuk memajukan daerah itu.

"Mari saling bergotong royong dan bersatu untuk memajukan daerah kita ini untuk mempopulerkan kawasan megalit," katanya.

Baca juga: Sulteng kembangkan cagar budaya sebagai destinasi wisata

Pewarta: Nur Amalia Amir
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2023