Meski pandemi, Menkop catat ekspor kopi Indonesia masih tumbuh

Meski pandemi, Menkop catat ekspor kopi Indonesia masih tumbuh

Dokumentasi - Produk kopi arabica gayo menjalani proses pemilihan biji terbaik sebagai kualitas ekspor di Koperasi Baburrayan, Kabupaten Aceh Tengah. ANTARA/Kurnia Muhadi/pri.

Mungkin pasar komoditas dari negara lainnya dengan adanya pandemi ditutup, Indonesia mendapat berkah karena lebih banyak membuka untuk ekspor
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mencatat ekspor kopi Indonesia masih tetap tumbuh, terutama yang dilakukan oleh koperasi UKM selama masa pandemi COVID-19.

"Di tengah pandemi COVID-19, ekspor permintaan kopi green beans, saya lihat kemarin di Jawa Barat masih cukup tinggi, di Aceh juga meskipun ada keluhan kopinya tidak terserap, tapi beberapa koperasi kopi ekspornya masih jalan," kata Teten dalam diskusi "Kemitraan Strategis Produksi Kopi Berkelanjutan di Indonesia" yang digelar di Jakarta, Rabu.

Teten menyebutkan sejumlah koperasi UKM yang masih melakukan ekspor kopi, yakni kebanyakan berasal dari Provinsi Aceh dan Jambi.

Ekspor terbanyak dilakukan oleh Koperasi Pedagang Kopi Ketiara di Kabupaten Aceh Tengah, dengan tujuan ke Inggris dan Amerika Serikat sebanyak 450 ton.

Kemudian, Koperasi Ratu Ketiara Gayo di Kabupaten Aceh Tengah, melakukan ekspor ke AS 300 ton. Koperasi Kerinci Barokah Bersama di Kabupaten Jambi melakukan ekspor 18 ton ke Belgia.

Senada dengan itu, Deputi Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kemenko Perekonomian, Musdhalifah Machmud, menyebutkan volume ekspor kopi Indonesia pada Januari-April 2020 sebesar 158.780 ton, atau tumbuh 1,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2019.

"Mungkin pasar komoditas dari negara lainnya dengan adanya pandemi ditutup, Indonesia mendapat berkah karena lebih banyak membuka untuk ekspor," kata Musdhalifah.

Sejak 2017 hingga April 2020, volume ekspor kopi Indonesia terbanyak dilakukan ke Filipina, Amerika Serikat, Malaysia, Jepang dan Italia.

Musdhalifah mengatakan bahwa total luas lahan kopi Indonesia pada tahun 2019 seluas 1,25 juta hektare dengan 96 persen di antaranya milik perkebunan rakyat. Meski begitu, produktivitas kopi Indonesia masih dinilai kecil, yakni 800 kilogram per hektare.

Oleh karena itu, Pemerintah pun harus mendorong produktivitas kopi yang didominasi oleh perkebunan rakyat, dengan salah satunya melalui dukungan subsidi pupuk.


Baca juga: Ekspor kopi ke Mesir naik di tengah pandemi COVID-19

Baca juga: Mentan targetkan pertumbuhan ekspor komoditas kopi hingga vanili

Baca juga: KJRI bawa pengusaha kopi AS ke Toraja untuk tingkatkan ekspor

 

Pewarta: Mentari Dwi Gayati
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Inovasi warga desa produksi mesin sangrai kopi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar