Pariaman (ANTARA News) - Puluhan warga masih nampak mengulurkan kardus meminta sumbangan kepada pengguna jalan di lokasi gempa pada ruas jalan Kota Pariaman-Simpang Koto Mambang Tandiket dan ke Simpang Sicincin, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat (Sumbar).

Padahal pemda setempat menyatakan penyaluran bantuan telah merata.

"Sumbangan pak, bantulah kami yang kini belum dapat bantuan. Rumah kami rusak karena gempa," kata Sadi (14) seorang pemuda tanggung yang dijumpai di ruas jalan Pariaman-Simpang Koto Mambang Tandiket, Selasa.

Di tempat itu terlihat lebih dari 20 orang yang meminta sumbangan menggunakan kardus bekas. Mereka meminta sumbangan di pinggir jalan dan terdapat rumah-rumah yang roboh dan rata dengan tanah.

Menurut salah seorang peminta sumbangan, karena bantuan dari pemerintah masih sangat kurang untuk bahan makanan, apalagi untuk memperbaiki rumah mereka yang hancur diguncang gempa 7,9 skala Richter yang terjadi Rabu (30/9).

Warga yang meminta sumbangan terdiri atas anak-anak, remaja tanggung, orang tua hingga ada yang telah jompo dan hanya duduk di atas kursi kayu dan di sisinya terdapat kardus bertuliskan mohon sumbangan.

Warga di pinggir jalan itu, Suria (30) mengatakan, sumbangan yang diperoleh dari pengguna jalan digunakan untuk membeli bahan makanan bagi korban yang umumnya masih tinggal di tenda-tenda darurat yang didirikan sendiri beratap plastik.

Jumlah uang sumbangan yang terkumpul, menurut dia, bervariasi ada yang total dalam sehari hanya mendapat Rp20 ribu tapi ada juga yang sampai Rp150 ribu.

Kadang ada juga penyumbang yang memberikan makanan dan pakaian bekas serta air mineral, tambahnya.

Warga lainnya di ruas jalan itu, Janas mengatakan, sejak gempa terjadi dirinya dan keluarga mendapat bantuan beras tiga kali dari posko penyaluran. "Pertama diberi enam liter, kedua dan ketiga masing-masing dua liter," katanya.

Bantuan lain yang pernah diterima adalah sayuran, mie instan dan air mineral, sedangkan tenda belum pernah diterima, katanya.(*)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2009