Maskapai AS siap terbangi China lagi, Taiwan terima warga asing

Maskapai AS siap terbangi China lagi, Taiwan terima warga asing

Sejumlah pesawat penumpang Delta Air terlihat diparkir akibat pengurangan penerbangan yang diberlakukan untuk menghambat penularan virus corona (COVID-19), di Bandara Internasional Birmingham-Shuttlesworth di Brimingham, Alabama, Amerika Serikat, Rabu (25/3/2020). (ANTARA/REUTERS/ELIJAH NOUVELAGE/TM)

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah maskapai penerbangan komersial berbendera Amerika Serikat siap menerbangi jalur China lagi setelah sempat menghentikan operasi sejak Februari lalu akibat wabah COVID-19, sementara Taiwan sudah membuka perbatasannya bagi warga negara asing.

Mulai 8 Juli, United Airlines akan beroperasi dua kali dalam sepekan di jalur penerbangan San Fransisco-Shanghai dengan terlebih dulu singgah di Seoul, Korea Selatan.

United yang berbasis di Chicago itu akan mengoperasikan pesawat jenis Boeing 777-300ER dari San Fransisco menuju Shanghai setiap Rabu dan Sabtu, sedangkan dari Shanghai ke San Fransisco setiap Kamis dan Minggu.

"Layanan United ke China daratan telah menjadi kebanggaan karyawan dan pelanggan selama lebih dari 30 tahun. Beroperasinya kembali dari AS ke Shanghai merupakan langkah penting dalam membangun kembali jaringan internasional kami," kata Wakil Direktur Jaringan dan Aliansi Internasional United Airlines Patrick Quayle, seperti dikutip China Daily, Kamis.

Delta Airlines menjadi maskapai AS pertama yang memulai kembali penerbangan AS-China. Mulai Kamis ini, maskapai tersebut beroperasi dua kali dalam sepekan dari Seattle dan Detroit menuju Shanghai melalui Seoul.

Untuk saat ini, AS-China sepakat mengizinkan empat penerbangan dalam sepekan untuk rute kedua negara tersebut. Kesepakatan itu mencairkan hubungan kedua negara terkait pembatasan perjalanan di tengah pandemi, demikian dinyatakan regulator penerbangan China.

American Airlines, yang juga menangguhkan pelayanan penumpang di jalur AS-China pada Februari, telah mengumumkan akan mengaktifkan kembali jadwal penerbangan dari Dallas ke Beijing dan Shanghai, termasuk dari Los Angeles ke Beijing dan Shanghai.

Sementara itu, Taiwan telah membuka pintu perbatasannya kembali bagi warga negara asing dan warga Hong Kong serta Makau yang bertujuan bisnis, dagang, atau kegiatan kemanusiaan.

Sejak 28 Juni, tercatat tiga pesawat telah tiba di Taiwan dengan mengangkut 78 penumpang dari Hong Kong dan 29 penumpang dari Makau.

Sebelum tiba di Taiwan, para penumpang harus menunjukkan hasil negatif tes asam nukleat dengan masa tenggang tiga hari sebelum boarding, juga harus menjalani masa karantina selama 14 hari.  

Baca juga: AS, China akan izinkan empat penerbangan per minggu

Baca juga: Turkish Airlines kembali buka penerbangan ke China, AS pada Juni

Baca juga: Maskapai China laporkan kerugian 4,8 miliar dolar AS akibat COVID-19


 

Masih ada lima ribu turis China di Bali jelang penutupan penerbangan

Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar