Harga emas naik 10,1 dolar, dipicu pelemahan dolar dan ketakutan virus

Harga emas naik 10,1 dolar, dipicu pelemahan dolar dan ketakutan virus

Ilustrasi: Emas batangan (Reuters)

Biasanya dolar menguat pada angka yang sangat kuat ini, tetapi belum, yang berarti orang masih khawatir bahwa ekonomi belum keluar dari masalah
Chicago (ANTARA) - Harga emas berjangka meningkat pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), meskipun data menunjukkan ekonomi AS menciptakan rekor lapangan pekerjaan untuk Juni, karena logam mulia ditopang oleh dolar yang melemah dan ketakutan atas lonjakan kasus COVID-19.

Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik 10,1 dolar AS atau 0,57 persen, menjadi ditutup pada 1.790,00 dolar AS per ounce. Sehari sebelumnya, emas berjangka jatuh 20,6 dolar AS atau 1,14 persen menjadi ditutup pada 1.779,90 dolar AS per ounce. Harga emas berjangka terangkat 19,3 dolar AS atau 1,08 persen menjadi 1.800,5 dolar AS pada Selasa (30/6/2020), setelah naik 0,9 dolar AS atau 0,05 persen menjadi 1.781,20 dolar AS pada Senin (29/6/2020) dan menguat 9,7 dolar AS atau 0,55 persen menjadi 1.780,30 dolar AS akhir pekan lalu.

Lebih dari 52.000 kasus baru COVID-19 dilaporkan di Amerika Serikat pada Rabu (1/7/2020) memecahkan rekor yang ditetapkan pada akhir April, dan meredam optimisme yang diciptakan oleh data ekonomi positif yang dirilis pada Kamis (2/6/2020).

Baca juga: Wall Street dibuka melambung, Indeks Dow Jones naik di atas 355 poin

Laporan penggajian nonpertanian yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan Amerika Serikat menambahkan 4,8 juta pekerjaan baru pada Juni, lebih baik dari yang diperkirakan dan terbesar sejak pemerintah mulai membuat catatan pada 1939.

Sementara itu, tingkat pengangguran turun untuk bulan kedua berturut-turut menjadi 11,1 persen pada Juni, juga lebih baik dari yang diperkirakan.

Laporan lain dari Departemen Tenaga Kerja AS menempatkan klaim pengangguran awal pada pekan yang berakhir 27 Juni sebesar 1,43 juta, lebih buruk dari yang diperkirakan dan memberikan beberapa dukungan terhadap emas.

"Biasanya dolar menguat pada angka yang sangat kuat ini, tetapi belum, yang berarti orang masih khawatir bahwa ekonomi belum keluar dari masalah," kata Analis ED&F Man Capital Markets, Edward Meir.

Dolar sedikit berubah, setelah jatuh ke level terendah satu minggu terhadap sekeranjang mata uang pada awal sesi.

Baca juga: Saham Prancis berbalik naik dengan indeks CAC 40 melonjak 2,49 persen

"Anda tidak dapat menilai ekonomi hanya pada satu titik data untuk satu hari ... Orang-orang berpikir ekonomi akan kembali dan bahwa Fed tidak perlu terlalu banyak menstimulasi," kata Kepala Pedagang Global Investors AS, Michael Matousek.

Namun risalah The Fed yang dirilis pada Rabu menunjukkan fakta bahwa ia akan "mempertahankan suku bunga rendah sampai 2022, sehingga masih memberikan dukungan bagi emas," tambahnya.

Pembuat kebijakan Federal Reserve (Fed) sedang menghidupkan kembali janji era resesi besar untuk menjaga suku bunga rendah sampai kondisi tertentu terpenuhi.

Emas yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding) telah meningkat 17 persen sepanjang tahun ini, didorong oleh langkah-langkah stimulus dan penurunan suku bunga oleh bank sentral.

Logam mulia lainnya, Perak untuk pengiriman September naik 10,4 sen atau 0,57 persen, menjadi ditutup pada 18,322 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Oktober turun 2,8 dolar AS atau 0,34 persen, menjadi menetap di 831,6 dolar AS per ounce.

Baca juga: Emas jatuh 20,6 dolar karena aksi ambil untung setelah data AS positif
 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

 Keuntungan berinvestasi emas bagi warga di tengah COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar