Usai curhat Mina soal "bully", Jimin AOA bereaksi

Usai curhat Mina soal "bully", Jimin AOA bereaksi

jimin AOA (Instagram.com/jiminbaby_18)

Jakarta (ANTARA) - Tak lama setelah selebritas Kwon Mina, yang juga mantan personel grup idola K-pop AOA mengungkapkan pernah menjadi korban perundungan selama berada di grup pada Jumat ini, Jimin, pemimpin grup bereaksi.

Dalam sebuah unggahan di Instagram Story-nya, dia menuliskan sebuah kata "Fiksi" dengan latar belakang warna hitam. Unggahan ini lalu dia hapus namun laman Allkpop sempat melakukan tangkapan layar.

Mengetahui ini, Mina melalui laman Instagramnya mengunggah sebuah foto yang menunjukkan bekas luka di pergelangan tangan. Dia menyebut ini bukti luka yang dia alami dan terang-terangan menyebut nama Jimin.

Baca juga: Cerita Jimin BTS jadi manager proyek album baru grupnya

Baca juga: Jimin BTS rilis lagu solo buatannya

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

소설?이라기엔 너무 무서운 소설이야 언니 흉터치료3~4번 했더니 연해졌어 근데 언니 기억이 안사라져 매일 매일 미치겠어 지민언니 난 법? 뭐 소송? 돈 없어서 못해 정신적 피해보상? 뭐 다 필요없어 할 생각없고 난 그냥 내가 언니 때문에 망가진게 너무 너무 억울하고 아파 힘들어 내가 바라는 건 내 앞에와서 잘못 인.정. 하고 진심어린 사과 한마디면 그거면 될 것 같아 나 괴롭힌 언닌 너무 잘 지내고 있잖아..난 매일이 눈 뜨는게 고통인데 말이야 근데 집은 먹여 살려야해서 말이지 인정 좀 하고 사과 좀 해주라 나도 마음에 응어리진 것 좀 풀자 응?

A post shared by 권민아 우리액터스 actress (@kvwowv) on


"Fiksi? Untuk mengatakan ini fiksi, terlalu menakutkan. Unni, aku menjalani 3-4 putaran perawatan bekas luka, dan bekas luka menjadi lebih baik. Tapi unni, ingatan tidak hilang. Aku bisa menjadi gila setiap hari. Jimin unni, hukum? Apa, gugatan hukum? Aku tidak bisa melakukan itu karena tidak punya uang," tulis Mina.

Dia mengaku tak butuh kompensasi untuk masalah mental yang pernah dia alami sehingga tidak berencana melayangkan gugatan hukum apapun.

Sementara itu, agensi AOA, FNC Entertainment belum memberikan pernyataan resmi mereka mengenai hal ini.

Baca juga: Mina akui pernah dirundung selama di AOA

Baca juga: Mina TWICE akan kembali temui penggemar usai empat bulan rehat

Baca juga: Bintang K-pop berbondong-bondong rehat gara-gara kesehatan mental

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar