Bioskop buka 29 Juli, tapi protokol ruang pertunjukan belum ditetapkan

Bioskop buka 29 Juli, tapi protokol ruang pertunjukan belum ditetapkan

Boneka Minion dipasang di kursi bioskop untuk menjaga jarak sosial antara penonton di sebuah bioskop MK2 di Paris ketika bioskop Paris membuka kembali pintu kepada publik saat wabah COVID-19 di Prancis, 22 Juni 2020. ANTARA FOTO/REUTERS / Benoit Tessier/aww.

Jakarta (ANTARA) - Jaringan bioskop di seluruh Indonesia dijadwalkan akan kembali beroperasi pada 29 Juli 2020, namun untuk peraturan khusus di dalam ruang pertunjukan belum ditetapkan.

Djonny Syafruddin selaku Ketua Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) mengatakan untuk protokol kesehatan di bioskop akan sama dengan standar keamanan dan keselamatan di tempat umum seperti penggunaan masker, jarak antrian 1 meter hingga adanya tempat mencuci tangan, penyediaan hand sanitizer dan pengecekan suhu tubuh.

Hanya saja untuk aturan di dalam ruang pertunjukan, baru akan didiskusikan bersama bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Gubernur DKI Jakarta.

"Di dalam itu, gimana pemerintah pengarahannya seperti apa, protokolnya seperti apa, apakah satu kursi isi, satu kursi kosong. Kedua kalau ada suami istri apakah harus begitu juga, itu kan problem-problemnya yang mau kita diskusikan, mungkin kita ambil jalan tengah, mungkin yang khusus keluarga atau suami istri, ini semua tergantung pemerintah, kita ngikutin," ujar Djonny saat dihubungi ANTARA, Rabu.

Baca juga: Bioskop di Indonesia kembali buka mulai 29 Juli 2020

Baca juga: Operasional bioskop jadi bahan evaluasi selama PSBB transisi


"Tapi nanti kita diskusi tanggal 10 besok di Plaza Senayan, di lounge-nya itu. Kita mau dengar dari Dikbud, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan dari Gubernur, kita dengarkan dulu nanti ditentukan," lanjutnya.

Djonny mengatakan penetapan aturan di dalam ruang pertunjukan tidak bisa diputuskan sendiri oleh pihak GPBSI, sebab ia juga tidak ingin salah langkah dan malah membuat bioskop tidak jadi dibuka.

"Kita belum tentukan karena kita enggak bisa nentuin sendiri karena nanti salah lagi. Kita harus jelaskan situasinya, kalau terlampau jarang banget, kita juga enggak berani buka bioskop nanti rugi. Hal-hal begini yang harus didiskusikan. Enggak usah rugilah, umpama bisa balik modal saja lumayan untuk nutup. Ini yang akan kita diskusikan hari Jumat habis salat Jumat," jelas Djonny.

Seluruh jaringan bioskop yang ada di Indonesia yang terdiri dari Cinema XXI, CGV, Cinepolis, Dakota Cinema, Platinum dan New Star Cineplex telah dipersilahkan untuk beroperasi kembali.

Meski demikian, adanya menerapkan protokol kenormalan baru di lingkungan bioskop, seluruh pengusaha bioskop membutuhkan waktu dua hingga tiga minggu untuk dapat mempersiapkan implementasi penerapan protokol Kesehatan sehingga disepakati buka kembali pada 29 Juli.

Baca juga: Solusi menumpas film bajakan, penegakan hukum dan apresiasi hak cipta

Baca juga: "Peninsula" akan diputar saat pembukaan bioskop di Singapura

Baca juga: Inovatif, rumah hantu dengan konsep "drive-in" di Tokyo


 

Pewarta: Maria Cicilia
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Jakarta catatkan rekor penambahan jumlah kasus baru COVID-19

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar