Jakarta (ANTARA News) - PT. Wijaya Karya Tbk (BEI: WIKA) mendapat dukungan perbankan dalam rangka ekspansi di bidang konstruksi ke sejumlah negara kaya minyak di Afrika Utara.

"Akhir tahun 2009 kami sudah dapat segera menggarap langsung proyek konstruksi di Aljazair, Afrika Utara, menyusul kemudian di Libya dan Tunisia," kata Direktur Utama Wika, Bintang Perbowo di Jakarta, Senin, di sela-sela penyampaian kinerja keuangan kuartal III tahun 2009.

Bintang mengatakan, dalam ekspansi ke negara Afrika Utara, perusahaan mendapat jaminan dari Bank Exim Indonesia yang selama ini sulit didapat dari perbankan di Indonesia.

"Jaminan dari perbankan untuk memastikan Letter of Credit (LC) yang kami terbitkan dapat dicairkan serta memasTikan uang yang di dapat dari hasil kerja di negara-negara Afrika Utara itu dapat kembali ke tanah air," kata Bintang.

Bintang mengatakan, Wika sebelumnya sudah mendapatkan proyek pembangunan jalan dan jembatan sepanjang 1.200 kilometer mengubungkan Aljazair - Maroko, bahkan nilai kontraknya ditambah dari semula Rp400 miliar menjadi Rp700 miliar.

Sebenarnya masih banyak proyek yang mereka tawarkan di negara kaya minyak itu. Namun selama ini kami baru berani menjadi sub kontrak. Seperti untuk proyek jalan dan jembatan 1.200 kilometer kami merupakan sub dari Kajima bagian dari Cojaal kelompok usaha konstruksi asal Jepang.

"Persoalan jaminan bank menjadi kendala bagi kami untuk menggarap proyek konstruksi di luar negeri. Beruntung pemerintah telah memberi tugas kepada Bank Exim Indonesia untuk memfasilitasi perusahaan seperti kami melalui UU No. 2 tahun 2009 mengenai tata cara pembiayaan eksportir yang bekerja di dalam maupun luar negeri," ujarnya.

Menurut Bintang yang didampingi Direktur Keuangan Wika Ganda Kusuma, sampai dengan akhir September 2009 penjualan bersih perusahaan berhasil dipertahankan Rp4,6 triliun di banding periode yang sama tahun lalu.

Sementara laba bersih perusahaan naik dari posisi Rp84,9 miliar menjadi Rp132.6 miliar sebagian besar merupakan sumbangan dari induk Rp101 miliar, sementara target akhir tahun 2009 Rp135 miliar, kata Bintang.

Bintang mengatakan, sampai Oktober 2009 pihaknya sudah mengantongi Rp1,052 triliun berasal dari tujuh pekerjaan dam Jatibarang, Kaligarang Flood Control, Mechanical and Enginering Bandara Kualanamu, Stadion Pekanbaru, Balikpapan I, dan PLTDB di Bali.

Apabila kontrak 8 perusahaan digabung dengan nilai kontrak Januari - September sudah diperoleh Rp8,2 triliun, perusahaan untuk ke depannya juga sudah mengantongi pekerjaan sampai dengan Rp10 triliun yang akan dibawa ke tahun 2010, jelasnya.

"Dengan demikian untuk pekerjaan di tahun 2010 kami tidak perlu khawatir cadangan masih banyak, belum lagi kalau proyek luar negeri dapat ditangani langsung," kata Bintang optimis.

"Berbeda dengan Aljazair yang sedang giat-giatnya membangun jalan dan jembatan, maka Libya dan Tunisia sedang membutuhkan hunian bertingkat tinggi yang selama ini menjadi keahlian kami," papar Bintang.(*)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2009