Soreang (ANTARA News) - Korban bencana gempa bumi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin malam ini berencana menduduki gedung tersebut hingga batas waktu yang tidak ditentukan sampai dewan dan Pemerintah Kabupaten Bandung mengabulkan tuntutan mereka.

"Kami akan tetap bertahan di dalam gedung DPRD yang juga milik rakyat Kabupaten Bandung ini," kata juru bicara Solidaritas Masyarakat Korban Gempa (SMKG) Kabupaten Bandung, Umar Nur Alam, di Soreang, Senin malam.

Umar Nur Alam, dari Pusat Sumber Daya Komunitas (PSDK), salah satu unsur SMKG, menyatakan Senin malam ini pengunjuk rasa, yang terdiri atas laki-laki dan perempuan, serta anak-anak hingga orang dewasa, akan bermalam di sana.

Mulai sekitar pukul 14.00 WIB, pengunjuk rasa yang beraksi sejak pukul 10.00 WIB, tampak mulai kepanasan dan merangsek menuju pintu gedung dewan yang dijaga ketat aparat keamanan.

Dalam upaya untuk memasuki gedung para wakil rakyat Kabupaten tersebut, sempat terjadi saling dorong antara petugas keamanan dengan para pengunjuk rasa, meski tidak terjadi tindakan anarkis.

Pihak DPRD Kabupaten Bandung akhirnya mempersilakan para pengunjuk rasa masuk gedung. Mereka langsung mencari posisi yang nyaman untuk melepas lelah setelah berteriak-teriak di luar gedung.

Sebagian ada yang duduk-duduk di kursi ruang tunggu, sebagian lagi ada yang langsung mencari kamar kecil sekalian mengambil air wudu, dan sebagian lagi berselonjor di atas lantai, tanpa alas.

Dari pagi hingga malam, pihak DPRD Kabupaten Bandung tidak menyediakan makanan, baik makan siang maupun makan malam, juga makanan kecil. Bahkan minum pun, SMKG yang menyediakan.

"Kalau sekadar makan dan minum, kami bersyukur rekan-rekan dan beberapa pihak ada yang merasa simpati atas gerakan kami, sehingga mereka menyediakan makanan dan minuman bagi kami," ujar Umar Nur Alam.

Dalam aksi tersebut, mereka menuntut pimpinan dewan memenuhi janji sesuai dengan kesepakatan yang telah mereka buat dan mereka tanda tangani.

Selain itu, mereka menuntut dewan membahas dan menetapkan APBD perubahan untuk korban gempa, sekarang juga, dan mencairkan anggaran penanggulangan bencana, sekarang juga.

"Jika tidak, bubarkan DPRD dan turunkan Bupati Bandung," kata merka.

Pengunjuk rasa yang bergabung dalam SMKG ini pun mengutuk anggota DPRD Kabupaten Bandung yang hanya memperebutkan kursi kekuasaan, sementara korban gempa tidak mereka perhatikan.(*)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2009