Liga 1 Indonesia

Persita berbagi ilmu kepelatihan kepada anak kehilangan pengasuhan

Persita berbagi ilmu kepelatihan kepada anak kehilangan pengasuhan

Logo baru Persita Tangerang. (ANTARA/HO/Media Officer Persita)

Jakarta (ANTARA) - Manajemen Persita Tangerang menunjukkan kepeduliannya dalam membantu anak-anak yang kehilangan pengasuhan dengan berbagi ilmu kepelatihan (coaching clinic) mengenai sepak bola.

Kegiatan coaching clinic ini merupakan yang kedua kalinya yang dilakukan Persita dengan SOS Children's Villages Indonesia, lembaga yang menaungi anak-anak kehilangan pengasuhan. Menariknya tahun ini dilakukan secara daring karena imbas dari COVID-19.

"Jadi anak-anak SOS bisa tanya jawab, mendengar pemaparan dari tim Persita. Bisa soal teknik nanti sama pelatih, sharing pengalaman juga bisa dengan pemain," ujar Direktur Komersial Persita Evelyn Cathy dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin.

Sesi coaching clinic yang dikemas dalam bentuk kelas daring ini diselenggarakan dalam tiga sesi berbeda selama bulan Juli 2020. Bulan Juli sengaja dipilih untuk menggelar acara ini karena bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional pada 23 Juli mendatang.

Adapun pada sesi pertama yang digelar pada 9 Juli menghadirkan kiper Annas Fitranto dan juga bek Muhammad Toha. Mereka saling berbagi pengalaman mengenai dunia sepak bola profesional pada anak-anak.

Baca juga: Persita keluarkan masker khusus galang donasi penanganan COVID-19
Baca juga: Persita serahkan bantuan pasien corona


Cathy berharap anak-anak semakin termotivasi untuk bisa menjadi pemain sepak bola profesional sesuai dengan visi dan misi Persita yang ingin membangun minat sepak bola anak-anak terutama di sekitar Tangerang.

"Yang penting minat anak-anak akan sepak bola, itu yang mau kita tumbuhkan dulu sejak dini. Kami tentunya berharap program ini bisa menumbuhkan bakat dan minat serta pengetahuan anak-anak asuhan SOS terhadap olahraga, khususnya sepak bola," kata dia.

Sementara itu, M. Toha mengaku senang bisa berbagi pengalaman dengan anak-anak soal dunia sepak bola. Tak lupa dia juga memberikan dorongan untuk terus kerja keras, disiplin, serta diiringi doa untuk menjadi pemain bola sukses.

"Tiga itu adalah kunci untuk jadi pemain bola yang sukses. Kalau ada yang hilang salah satu dari tiga itu, tidak mungkin rasanya. Jadi harus tetap kerja keras, disiplin dan tetap berdoa," katanya.

Baca juga: Persita Tangerang belum bahas soal renegosiasi kontrak
Baca juga: Persita Tangerang perkenalkan bus baru tim untuk arungi kompetisi

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Liga Muslim Dunia sebut Museum Rasulullah bukti moderasi Islam Indonesia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar